FBI Tuduh Korea Utara di Balik Pencurian Kripto Terbesar dalam Sejarah

Bella Suara.Com
Kamis, 27 Februari 2025 | 12:55 WIB
FBI Tuduh Korea Utara di Balik Pencurian Kripto Terbesar dalam Sejarah
Ilustrasi (Quantitatives via Unsplash)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) pada Rabu menuduh Korea Utara sebagai dalang di balik pencurian aset digital senilai $1,5 miliar minggu lalu. Kasus ini menjadi pencurian mata uang kripto terbesar dalam sejarah.

"(Korea Utara) bertanggung jawab atas pencurian aset virtual sekitar $1,5 miliar USD dari bursa mata uang kripto, Bybit," ungkap FBI dalam sebuah pengumuman layanan publik.

Biro tersebut menyatakan bahwa kelompok peretas yang dikenal sebagai TraderTraitor atau Lazarus Group berada di balik aksi kejahatan siber ini.

Menurut FBI, para peretas ini telah dengan cepat mengonversi sebagian aset yang dicuri ke dalam Bitcoin dan berbagai mata uang digital lainnya. Aset tersebut kemudian disebarkan ke ribuan alamat di berbagai blockchain.

Baca Juga: Kim Jong Un Serukan Tentara Modern: Korea Utara Siap Perang?

"Diperkirakan aset-aset ini akan dicuci lebih lanjut dan akhirnya dikonversi menjadi mata uang fiat," tambah pernyataan FBI.

Lazarus Group telah lama dikenal sebagai aktor utama dalam serangan siber global. Kelompok ini pertama kali menjadi sorotan internasional satu dekade lalu ketika dituduh meretas Sony Pictures sebagai bentuk balas dendam atas film "The Interview," yang mengejek pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Berdasarkan laporan militer AS tahun 2020, program perang siber Korea Utara telah berkembang sejak pertengahan 1990-an. Kini, kelompok tersebut telah menjadi unit perang siber berkekuatan 6.000 orang yang dikenal sebagai Biro 121, dengan operasi yang tersebar di beberapa negara.

FBI memperingatkan bahwa Korea Utara terus menggunakan aktivitas peretasan untuk mendanai rezimnya di tengah sanksi ekonomi yang ketat.

Sementara itu, penyelidikan terhadap pencurian aset kripto ini masih terus berlanjut dengan upaya internasional untuk menelusuri dan membekukan dana hasil kejahatan tersebut.

Baca Juga: Timothy Ronald Unggah Foto dengan CIO Danantara, Netizen: Gue Agak Curiga...

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI