PM Inggris Beri Peringatan untuk Donald Trump: Kesepakatan Damai yang Gagal Bisa Picu Perang Baru di Eropa

Bella Suara.Com
Kamis, 27 Februari 2025 | 09:43 WIB
PM Inggris Beri Peringatan untuk Donald Trump: Kesepakatan Damai yang Gagal Bisa Picu Perang Baru di Eropa
Donald Trump [Arsip Kedutaan Besar AS di Italia]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan damai yang buruk terkait Ukraina dapat membuka peluang bagi Rusia untuk kembali mengobarkan perang di Eropa. Peringatan ini disampaikan menjelang pertemuan krusial antara kedua pemimpin di Washington pada Kamis (waktu setempat).

Starmer berupaya meyakinkan Trump agar tetap mendukung Ukraina dalam menghadapi ancaman Rusia. Meski demikian,Trump sebelumnya menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai seorang "diktator" dan menudingnya sebagai pemicu konflik.

Dalam pekan yang menentukan ini, Presiden Zelensky dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih pada Jumat untuk membahas perjanjian yang memungkinkan akses Amerika Serikat terhadap sumber daya mineral Ukraina. Trump sendiri telah berulang kali mengeluhkan besarnya dana yang telah dikeluarkan AS untuk mendukung Ukraina.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (Foto:X/@Keir_Starmer)
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (Foto:X/@Keir_Starmer)

Namun, hingga kini belum ada jaminan keamanan resmi yang disepakati oleh AS—sesuatu yang dianggap sangat penting oleh Kyiv guna mencegah serangan lanjutan dari Rusia. Para pemimpin Eropa terus mendesak Washington untuk menyediakan "backstop" keamanan, yang akan memastikan Rusia tidak dapat melancarkan agresi lebih lanjut.

Baca Juga: Perang Dagang Memanas! Trump Umumkan Tarif Baru untuk Produk Eropa

Trump tampaknya enggan memberikan jaminan tersebut. Dalam rapat kabinet, ia menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan Ukraina lebih baik diserahkan kepada Eropa, bukan AS.

“Saya tidak akan memberikan terlalu banyak jaminan keamanan. Itu urusan Eropa, karena mereka adalah tetangga Ukraina,” ujar Trump.

Berbicara kepada wartawan dalam perjalanan menuju Washington, PM Starmer menekankan pentingnya jaminan keamanan dalam kesepakatan damai.

“Backstop ini sangat penting. Jaminan keamanan harus cukup kuat untuk mencegah Putin kembali menyerang. Jika hanya ada gencatan senjata tanpa perlindungan yang jelas, itu hanya memberi kesempatan bagi Putin untuk menunggu dan menyerang kembali,” ujar Starmer.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan Trump memiliki pandangan yang sama mengenai ancaman dari Rusia.

Baca Juga: Donald Trump Bagikan Video AI 'Gaza 2025' yang Penuh Kontroversi

“Presiden Trump telah dengan jelas menyatakan bahwa ia menginginkan perdamaian. Kita semua menginginkan hal itu. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara memastikan perdamaian yang langgeng? Dalam hal ini, tidak ada perbedaan pandangan antara kami,” tambahnya.

Meski Trump dikenal kerap membuat keputusan kontroversial dalam kebijakan luar negerinya, Starmer tetap percaya bahwa Trump bisa dipercaya dalam menjaga hubungan strategis dengan Inggris.

“Saya memiliki hubungan baik dengannya. Kami telah bertemu dan berbicara di telepon. Hubungan antara Inggris dan AS ini sangat penting, telah terjalin lama, dan dibangun di atas sejarah panjang, termasuk dalam peperangan dan perdagangan bersama. Saya ingin hubungan ini semakin kuat,” kata Starmer.

Di tengah ketidakpastian ini, Starmer juga mengumumkan bahwa Inggris akan meningkatkan anggaran pertahanannya menjadi 2,5% dari PDB pada 2027, dengan target mencapai 3% pada awal 2030-an.

Sebagai langkah konkrit, Inggris mempertimbangkan untuk mengirim pasukan ke Ukraina guna mengamankan gencatan senjata. Namun, Starmer menolak menjawab apakah Rusia akan menyetujui kehadiran pasukan penjaga perdamaian Eropa.

“Saya tidak berbicara untuk Putin. Yang saya pertimbangkan adalah bagaimana memastikan perdamaian di Eropa dan Ukraina,” tegasnya.

Selain itu, langkah peningkatan anggaran pertahanan ini akan dibiayai dengan pemotongan anggaran bantuan luar negeri sebesar £6 miliar.

Di tengah upayanya membangun hubungan baik dengan Trump, Downing Street memberi isyarat bahwa Starmer akan menggunakan hubungan dekat Trump dengan Kerajaan Inggris sebagai strategi diplomatik.

Trump dikabarkan akan diundang kembali ke Inggris dalam kunjungan kenegaraan, yang akan menjadikannya satu-satunya pemimpin politik terpilih yang menerima dua sambutan kerajaan.

“Presiden Trump sangat menghormati Keluarga Kerajaan dan telah bertemu Raja Charles beberapa kali. Perdana Menteri pasti akan menyambut kedatangannya di Inggris di masa depan,” kata juru bicara Starmer.

Menyusul pertemuan dengan Trump, para pemimpin Eropa akan berkumpul di London pada Minggu untuk membahas krisis keamanan, dengan Presiden Zelensky diperkirakan akan hadir.

Dengan ketidakpastian terkait dukungan AS terhadap Ukraina, konferensi ini dipandang sebagai momen kritis bagi Eropa dalam menentukan strategi keamanan di benua tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI