Eks Sandera IDF: Kami Merasa Nyawa Kami Tidak Cukup Berharga

Bella Suara.Com
Rabu, 26 Februari 2025 | 08:53 WIB
Eks Sandera IDF: Kami Merasa Nyawa Kami Tidak Cukup Berharga
Sandera Israel yang dibebaskan Hamas (YouTube)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Seorang prajurit Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang baru saja dibebaskan dari penyanderaan oleh Hamas mengungkapkan keprihatinannya atas perdebatan seputar negosiasi pertukaran sandera.

Agam Berger (20), yang ditawan selama hampir 500 hari di Gaza, menyatakan bahwa mendengar perdebatan mengenai harga gencatan senjata sangat menyakitkan baginya dan para sandera lainnya.

"Kami merasa nyawa kami tidak cukup berharga," ujar Berger dalam wawancara dengan radio publik KAN Israel.

“Kami harus membayar harganya, tetapi kami juga harus terus berjuang untuk [para sandera yang tersisa]," katanya.

Baca Juga: Sosok Alona Suslova Wanita Israel Kekasih Jordi Cruyff

Selama dalam tahanan, Berger dan rekan-rekannya bertahan dengan harapan bahwa negosiasi akan membebaskan mereka. Namun, ketidakpastian proses diplomasi justru menjadi momen-momen tergelap dalam penahanannya.

“Bukan salah mereka kalau mereka diculik, mereka perlu tahu bahwa ada orang yang berjuang untuk mereka,” tambahnya.

Berger juga menyoroti bagaimana para sandera yang masih tertahan kemungkinan mengalami kondisi serupa atau bahkan lebih buruk, termasuk penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi.

Kesaksian dari sandera yang telah dibebaskan mengungkapkan bahwa mereka kerap menerima pemukulan, ditahan di ruangan gelap sempit selama berjam-jam, serta mengalami keterbatasan akses terhadap makanan dan air.

Di tengah kebuntuan negosiasi untuk tahap kedua pertukaran sandera, Berger mendesak pemerintah Israel untuk tetap mendorong kesepakatan demi menyelamatkan mereka yang masih berada di Gaza.

Baca Juga: Enam Bayi Baru Lahir Meninggal Akibat Cuaca Dingin di Gaza

Sementara itu, aksi unjuk rasa terus berlangsung di berbagai wilayah Israel, termasuk di Tel Aviv, menuntut kepastian bagi para sandera yang belum dibebaskan.

Dvir Kupershtein, saudara dari sandera Bar Kupershtein, menegaskan bahwa negosiasi tidak boleh terhenti meskipun ada ketidaksepakatan antara Israel dan Hamas.

“Kami tahu Bar masih hidup 100 persen, tetapi besok semuanya bisa berubah, atau bahkan dalam sejam atau semenit lagi,” ujarnya di hadapan Knesset.

Senada dengan itu, sandera yang telah diselamatkan, Noa Argamani, berbicara di Dewan Keamanan PBB, menekankan urgensi pembebasan 63 sandera yang masih ditahan, termasuk pasangannya, Avinatan Or.

“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa inilah yang dirasakan para sandera saat ini: ditinggalkan oleh dunia,” kata Argamani.

“Kesepakatan harus terus berlanjut,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI