Rano Karno Sebut Sedimen Sungai Hasil Pengerukan Bakal Dibuang ke Ancol, Jadi Bahan Reklamasi

Selasa, 25 Februari 2025 | 10:55 WIB
Rano Karno Sebut Sedimen Sungai Hasil Pengerukan Bakal Dibuang ke Ancol, Jadi Bahan Reklamasi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. [Suara.com/Fakhri]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut endapan alias sedimen lumpur dan sampah hasil kerukan 13 sungai di Jakarta akan dibuang ke kawasan Ancol, Jakarta Utara. Nantinya sedimen itu akan menjadi bahan untuk reklamasi.

Rano awalnya sempat tak menjawab ketika ditanya lokasi pembuangan sedimen hasil kerukan di 13 sungai usai memimpin apel di Waduk Pluit, Jakarta Utara pada Minggu (23/2/2025) lalu.

"Sebetulnya sudah ada, kan di Ancol ada tempat reklamasi, ada sebetulnya," ujar Rano kepada wartawan, Senin (24/2/2025).

Rano mengaku sempat tak bisa menjawab pertanyaan awak media soal lokasi pembuangan sedimen karena adanya persoalan teknis. Pengerjaan di Pluit, kata Rano, mengalami kendala karena sulit untuk diangkut.

"Cuma teknis kemarin agak sulit kan itu harus diangkut. Jadi artinya kalau kemarin yang di Pluit itu mungkin itu di sekitar," tuturnya..

Sedimen dan sampah hasil kerukan sungai selain di Pluit disebutnya akan tetap dibuang ke Ancol untuk reklamasi.

"(Semua sungai dibuang) ke Ancol, kita ada reklamasi," pungkasnya.

Reklamasi Ancol ini sudah direncanakan sejak era eks Gubernur Anies Baswedan. Saat itu, Anies menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 Tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Ancol.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar apel siaga di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2024). Kegiatan apel dilakukan serentak secara hybrid (Zoom) di lima wilayah Kota Administratif DKI Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Baca Juga: Rano Karno Pimpin Apel Siaga Banjir, 13 Sungai Jakarta Dikeruk!

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno selaku pembina apel mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai tanda dimulainya pengerukan endapan di 13 sungai Jakarta demi meningkatkan kesiapan menghadapi musim penghujan. Menurutnya, dibutuhkan koordinasi lintas personel dan operasional infrastruktur pengendali banjir, seperti pompa, pintu air, dan drainase.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI