Hasto Sebut Jokowi Titip RUU KPK untuk Amankan Gibran, ProJo Bantah: Jangan Diputarbalikan!

Senin, 24 Februari 2025 | 14:02 WIB
Hasto Sebut Jokowi Titip RUU KPK untuk Amankan Gibran, ProJo Bantah: Jangan Diputarbalikan!
Ketua Umum ProJo, Budi Arie. (Suara.com/Novian)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ketua Umum ProJo, Budi Arie, berkeyakinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi tidak terlibat dalam titip-menitip Revisi Undang-Undang KPK untuk melemahkan lembaga antirasuah itu. Hal itu disampaikan Budi menanggapi klaim dari Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto melalui video yang diunggah Youtube Hasto Kristiyanto dengan judul "Pelemahan KPK Oleh Jokowi".

Menurut Menteri Koperasi tersebut, pernyataan Hasto seperti yang disampaikan di video terkait merupakan hoaks.

"Halah. Hoaks lah. Hoaks," kata Budi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025).

Budi justru menegaskan sikap Jokowi yang konsisten dalam pemberantasan korupsi.

"Nggak mungkin (terlibat). Pak Jokowi ini presiden dan pemimpin yang sangat konsisten dalam memberantas korupsi. Jangan diputarbalikan, ya," kata Budi.

Sementara itu ditanya siapa yang menginisiasi RUU KPK, Budi meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada Hasto.

"Ya tanya beliau dia yang ngomong kok. Itu kan tuduhan yang menurut saya secara fakta tidak benar. Ya," kata Budi.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto, mengungkap cerita di balik lancarnya Revisi Undang-Undang KPK yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu.

Klaim Hasto

Baca Juga: Jelang Peluncuran Danantara: Prabowo Satu Mobil Bareng SBY dan Jokowi, Lanjut Cium Tangan Ma'ruf Amin

Hasto mengungkap revisi tersebut sengaja dilakukan Presiden Jokowi kala itu untuk melemahkan KPK agar tak mengusik anaknya dan menantunya Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution yang akan maju menjadi Wali Kota di Pilkada 2020. Hal itu disampaikan Hasto seperti pada video yang diunggah di akun Youtube bernama Hasto Kristiyanto dengan judul "Pelemahan KPK Oleh Jokowi", Sabtu (22/2/2025).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI