Kapolri Ingin Band Punk Sukatani Duta Polri, DPR: Itu Menandakan...

Senin, 24 Februari 2025 | 07:47 WIB
Kapolri Ingin Band Punk Sukatani Duta Polri, DPR: Itu Menandakan...
Sukatani band dan kode 1312 (X)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi NasDem, Rudianto Lallo memuji sikap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang arif dan bijaksana dalam menanggapi lagu berjudul 'Bayar Bayar Bayar' karya grup Band Sukatani.

Langkah Listyo yang ingin menjadikan Sukatani sebagai Duta Polri, dinilainya menunjukkan bahwa Polri terbuka terhadap kritikan.

"Justru saya memuji sikap Pak Kapolri. Saya memuji acungi jempol sikap Pak Kapolri yang menganggap itu hal biasa saja. Dan malah mau menjadikan mereka menjadi duta (Polri), itu kan menandakan bahwa sikap kebijaksana menyikapi masalah oleh Pak Kapolri," kata pria yang akrab disapa Rudi kepada wartawan, Senin (23/2/2025).

Rudi mengingatkan, agar yang dilakukan jajaran petinggi Polri menanggapi adanya kritik tersebut harus dijadikan teladan untuk jajaran di bawahnya dalam hal ini level Polda, Polres hingga Polsek.

"Apa yang dilakukan oleh jajaran petinggi Polri harusnya itu yang menjadi cerminan untuk jajaran polda sampai polres, itu kan sikap keteladanan, ditanggapi secara dingin, ditanggapi secara arif bijaksana, malah mau dianggap menjadi duta polri. Itu kan luar biasa sikap arif bijaksana dari seorang pimpinan Polri Pak Sigit, harusnya mereka mencontoh itu," ujarnya.

"Jangan malah level polsek, level polres atau level polda yang reaktif ketika ada yang warga masyarakat yang mengkritik, apalagi kritik itu hanya standar saja sebenarnya, biasa saja," sambungnya.

Sementara itu, Kapoksi Fraksi NasDem di Komisi III ini menyampaikan bahwa lagu Sukatani 'Bayar Bayar Bayar' sebenarnya tak hanya jadi bahan kritik bagi Polri saja, tapi juga buat seluruh penyelenggara negara.

"Ya tidak boleh ada istilah bayar-bayar untuk dalam hal pelayanan, kan seperti itu. Jadi itu sebenarnya kritik biasa, bukan hanya mungkin ditujukan kepada Polri, kepada seluruh penyelenggara negara, baik itu eksekutif, baik legislatif maupun baik yudikatif, itu kritik biasa saja, bukan hanya di alamat yang kepada Polri menurut saya, kira-kira begitu," katanya.

Ia pun mengingatkan kepada jajaran kepolisian di level bawah agar tak terlalu reaktif menanggapi kritikan kepada Polri. Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri juga perlu memasukan pemahaman agar menanggapi kritikan hingga masukan jangan terlalu reaktif.

Baca Juga: Band Sukatani Diinterogasi Gegara Lagu 'Bayar Bayar Bayar', DPR: Polri Jangan Anti Kritik

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, mencecar Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak. (bidik layar video)
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, mencecar Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak. (bidik layar video)

"Ya makanya, saya kira kita tanamkan itu dalam pelatihan-pelatihan, kalau perlu dalam Irwasum khususnya pengawasan ya. Ini kan di Irwasum pengawasan untuk menyampaikan itu kepada penguasa-penguasa kapolda, maupun kapolres-kapolres tidak reaktif," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI