Selain fokus pada harga gabah, pemerintah juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam mengendalikan harga pangan.
Arief menyebutkan, empat langkah strategis telah disampaikan kepada seluruh gubernur, wali kota, dan bupati di Indonesia.
Langkah-langkah tersebut meliputi pendataan stok dan harga bahan pangan, pengendalian potensi gejolak harga, pemantauan berkala, serta kerja sama antardaerah.
"Kami meminta pemerintah daerah untuk memastikan stok pangan aman, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kerja sama antardaerah, terutama daerah yang rawan defisit pangan, juga sangat penting," ujar Arief.
Arief juga memastikan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini berada dalam kondisi aman. Stok beras di Gudang Bulog tercatat mencapai 1,9 juta ton, yang siap digunakan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar.
"Dengan stok yang cukup, kami yakin bisa menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras, hingga beberapa bulan ke depan," katanya. (Antara)