Ima mengatakan, sarapan bergizi gratis merupakan salah satu dari janji Pramono saat kampanye Pilkada DKI 2024. Untuk langkah awal, tim transisi akan lebih dulu melakukan uji coba.
"Kan kami tim transisi kan menyiapkan. Jadi uji-cobanya mungkin kita kan beberapa sekolah dulu," ujar Ima kepada wartawan, Jumat (10/1/2025).
Ima mengakui, memang kebijakan ini akan sama dengan program MBG. Karena itu, pihaknya akan melakukan penyesuaian agar tidak tumpang tindih.

"Mas Pram kan juga pengen ada sarapan gratis ya. Mungkin nantinya akan kita pikirkan apakah itu bisa di-merger sama makan siang gratis, jadi menunya bisa di-up atau mau terpisah mana sarapan atau makan siang gratis," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengaku belum mengetahui berapa besaran anggaran untuk program ini. Namun, untuk satu porsinya diperkirakan juga akan dianggarkan Rp10 ribu seperti MBG.
"Totalnya sih belum, cuma kalau satu orang itu sarapan 10 ribu sih kalau untuk Jakarta," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyebut program ini tak akan dikenakan di semua sekolah di Jakarta, khususnya sekolah dengan grade tinggi.
"Mungkin akan dilihat gradenya dulu ya, tapi ya itu tadi di dalam satu sekolah kita tidak bisa memisahkan mana yang susah, mana yang mampu. Jadi tidak boleh ada pemisahan, jadi semua kalau dalam satu kelas dapat, ya semua harus dapat," pungkasnya.
Omzet Jeblok Gegara MBG
Baca Juga: Mau Libatkan Ormas buat Berantas Pungli di Jakarta, Pramono: Mereka Harus Dipekerjakan
Sebelumnya, salah seorang pedagang di kantin sekolah Jakarta Barat, Ninu (52) turut merasakan dampak dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta. Kini omzet penjualannya merosot karena program inisiasi Presiden Prabowo Subianto itu.