Jejak Denny Landzaat Calon Asisten Pelatih Timnas Indonesia: Jahit Bendera RMS di Sepatu, Tolak Ketemu Presiden SBY

Bangun Santoso Suara.Com
Rabu, 08 Januari 2025 | 17:13 WIB
Jejak Denny Landzaat Calon Asisten Pelatih Timnas Indonesia: Jahit Bendera RMS di Sepatu, Tolak Ketemu Presiden SBY
Denny Landzaat calon asistem pelatih Timnas Indonesia [Instagram Denny Landzaat ]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Gonjang-ganjing kursi panas kepelatihan di Timnas Indonesia selepas pemecatan pelatih Shin Tae-yong akhirnya terjawab. Rabu (8/1/2025) hari ini, PSSI resmi mengumumkan eks bomber Timnas Belanda, Patrick Kluivert sebagai pelatih.

PSSI secara resmi mengumumkan Patrick Kluvert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Mantan pemain Barcelona dan AC Milan itu bakal diikat dengan durasi kontrak dua tahun yakni hingga 2027 dengan opsi perpanjangan.

"PSSI resmi menetapkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Pelatih asal Belanda tersebut dikontrak dua tahun dari 2025 hingga 2027 dengan opsi perpanjangan kontrak," tulis PSSI dalam laman resminya.

Patrick Kluivert akan tiba di Indonesia pada Sabtu (11/1/2025) dan bakal langsung diperkenalkan secara resmi ke hadapan publik keesokan harinya.

Sejumlah sumber menyebut, dalam menangani Timnas Indonesia, nantinya Patrick Kluivert akan dibantu oleh dua asisten yang juga asal Belanda yakni Alex Pastoor dan Denny Landzaat.

Kluivert disebut-sebut juga akan dibantu dua asisten dari Indonesia.

Jejak Politik Denny Landzaat

Yang menarik adalah sosok Denny Landzaat, usut punya usut ia juga seorang keturuan. Di mana orang tuanya lahir di Maluku. Nah, sikap politiknya juga menarik jadi sorotan.

Dalam satu pernyataan pada November 2010 silam, sebagaimana dipublikasikan oleh media Belanda, Voetbal International, Landzaat menyatakan, bahwa keluarga besarnya di Maluku saat itu berperang melawan orang Republik Indonesia.

Baca Juga: Patrick Kluivert: Berkat Shin Tae-yong Timnas Indonesia Punya Peluang ke Piala Dunia 2026

"Ibu saya datang ke Belanda dari Maluku pada usia 2 tahun bersama ribuan orang. Mereka adalah tentara yang berperang sebagai tentara Belanda melawan Republik Indoensia," kata Landzaat dilansir, Rabu (8/1/2025).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI