Aturan Jilbab Iran: UU Kontroversial Ditangguhkan Setelah Kecaman Global

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Rabu, 18 Desember 2024 | 09:13 WIB
Aturan Jilbab Iran: UU Kontroversial Ditangguhkan Setelah Kecaman Global
Ilustrasi aturan penggunaan hijab [Pixabay]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Kontroversi jilbab telah berlangsung sejak 2022, dipicu oleh kematian Mahsa "Zhina" Amini, yang meninggal dalam tahanan polisi setelah melanggar aturan berpakaian.

Setelah kematiannya, para wanita telah menantang pemerintah dan menentang aturan jilbab. Kaum muda di Iran tampak tidak takut dan menentang hukum tersebut meskipun ada pembatasan dan tekanan dari faksi-faksi yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut BBC, minggu lalu, lebih dari 300 aktivis hak asasi manusia, penulis, dan jurnalis Iran secara terbuka mengecam undang-undang jilbab baru tersebut, menyebutnya "tidak sah dan tidak dapat dilaksanakan" dan mendesak Pezeshkian untuk menepati janji kampanyenya.

Meskipun demikian, keputusan untuk menghentikan sementara penerapan undang-undang tersebut menunjukkan bahwa pemerintah khawatir akan protes yang mungkin terjadi, mirip dengan yang terjadi dua tahun lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI