Di Korea Selatan, terjadi ribuan kasus kamera tersembunyi setiap tahunnya, memicu aksi protes besar menuntut tindakan tegas pemerintah. Polisi wanita di Korsel juga rutin melakukan pemeriksaan di toilet-toilet umum untuk memeriksa keberadaan kamera tersembunyi dan alat perekam lainnya.
Di China, kasus kamera tersembunyi dilaporkan terjadi sejak 2019.
Salah satu kasus terjadi di provinsi Shandong, dengan barang bukti lebih dari 100.000 rekaman tamu di kamar hotel. Selain direkam, pelaku juga melakukan siaran langsung secara streaming.
Dalam kasus tersebut, pelaku memasang 300 kamera kecil di dalam lampu, televisi, pendingin udara dan soket listrik. Sebanyak 29 orang ditangkap dalam kasus ini.
Aparat China mengatakan bahwa para pelaku juga memasang kamera tersembunyi untuk melakukan penyadapan dan tindakan kriminal lainnya, seperti pemerasan, kecurangan dan perjudian. Tindakan mereka dianggap pelanggaran serius terhadap privasi dan keamanan informasi.
Berbagai laporan media China pada tahun ini menyebutkan beberapa kasus penemuan kamera tersembunyi di kamar-kamar hotel dan wisma tamu, seperti di dalam ventilasi udara, lampu sisi ranjang atau di sela-sela dinding.
Media CCTV mengungkapkan pasar gelap yang menjual hasil rekaman kamera tersembunyi ini. Di internet, rekaman ini dijual dengan nama "hotel spy cam" dan "real time monitoring".
Selain kasus di Huzhou, pelaku perekaman kamera tersembunyi juga ditangkap di provinsi Hunan.
Kasus ini terjadi pada Maret 2021 dengan dua orang pelaku yang memasang kamera tersembunyi di kamar tiga hotel.
Baca Juga: PBB Kirim Utusan Khusus ke Suriah, Sinyal Baru Perdamaian?