"Pinter juga orang ini. Walaupun universitasnya enggak ada di Google ternyata saya lihat boleh," kata Prabowo.
Belum Lama Kenal
Prabowo mengaku belum lama kenal dengan Bahlil. Meski begitu, diakui Prabowo, dirinya terkesan dengan kelihaian dan pemikiran Bahlil.
"Beliau saya lihat gerak geriknya, pemikirannya, ucapan-ucapannya, pandangan-pandangannya cukup meyakinkan. Serius ini, serius, serius," kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan kembali perasaannya begitu tahu Bahlil dipilih Jokowi menjadi Menteri Investasi. Prabowo merasa agak aneh kala ikit bergabung di Kabinet Indonesia Maju, lalu mengetahui posisi Bahlil di kabinet.
Sebab, menurut Prabowo, orang yang menjabat Menteri Investasi merupakan lulus dari sekumlah universitas di Amerika.
"Kalau enggak Amerika, minimal Inggris lah," kata Prabowo.
Prabowo kamtas berkelakar bahwa dirinya pernah ke Harvard, tetapi bukan kuliah melainkam ke toko buku.
"Saya sendiri pernah di Harvard tapi ke toko buku. Kalian kan syok juga ya kapan Prabowo ke Harvard," kata Prabowo yang disambut tawa para pimpinan partai yang hadir dan keluarga besar Partai Golkar.