Ustaz Adi Hidayat Komentari Polemik Gus Miftah dan Penjual Es Teh: Gak Perlu Cacian

Hairul Alwan Suara.Com
Selasa, 10 Desember 2024 | 10:44 WIB
Ustaz Adi Hidayat Komentari Polemik Gus Miftah dan Penjual Es Teh: Gak Perlu Cacian
Kolase Gus Miftah dan Ustaz Adi Hidayat. (Screenshot)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ulama terkemuka, Ustaz Adi Hidayat ikut menanggapi berita yang kini tengah ramai menjadi perbincangan yakni soal Gus Miftah yang menghina penjual es teh, Sunhaji.

Diketahui, baru-baru ini viral sebuah video saat Gus Miftah melontarkan kata kasar kepada penjual es teh bernama Sunhaji. Hingga membuat publik geram dengan sikap pendakwah berusia 43 tahun tersebut.

Dalam video Viral yang diunggah oleh akun Instagram @undercover.id, Ustaz Adi Hidayat atau akrab disapa UAH ikut menyoroti fenomena tersebut dan mengatakan bahwa dirinya banyak memuji Allah usai kejadian tersebut.

"Saya malah banyak memuji Allah tuh, yang kemarin rame-rame itu saya memuji Allah, luar biasa Masyaallah," kata UAH.

Ia mengatakan bahwa takdir yang diberikan Allah untuk Gus Miftah dan Sunhaji penjual es teh tersebut sangatlah luar biasa. Keduanya sama-sama diangkat derajatnya meskipun dengan cara yang berbeda.

"Subhanallah takdir Allah begitu luar biasa. Satu sisi memuliakan pihak yang satu diangkat jadi baik, merubah nasibnya, tangannya kan sakit bermasalah, alih profesi kemudian berjualan. Diangkat oleh Allah statusnya dengan satu cara," ucap Ustaz Adi.

"Dan cara itu pun mengangkat lagi derajat hamba yang lainnya untuk mengoreksi keadaan dirinya menjadi lebih baik. Jadi dua-duanya diberikan kebaikan dengan jalan yang berbeda," lanjutnya.

Ustaz Adi Hidayah menjelaskan bila Sunhaji mendapat hidayah dengan diangkat kesejahteraannya sedangkan Gus Miftah diberikan pendidikan untuk mengatur diri sendiri agar bisa berubah menjadi lebih baik.

Ia menyebut bahwa hidayah yang diterima oleh keduanya sudah sangat adil. Namun, ia menyebut bisa saja manusia melihatnya denga persepsi yang tidak sama.

Baca Juga: Sunhaji Minta Prabowo Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah, Publik Curiga Ada Tekanan...

"Yang satukan dimuliakan oleh Allah diangkat derajatnya, kesejahteraannya diangkat, yang satu lagi kan sudah sejahtera ya kan," kata Ustaz Adi Hidayat.

"Kemudian diangkat lagi dengan cara apa, diberikan pendidikan dengan cara lain supaya bisa mengatur diri lagi, berubah menjadi lebih baik lagi itu kan mahal yang belum tentu didapatkan tidak dengan keadaan yang dialaminya," kata UAH kemudian.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, keduanya baik penjual es teh maupun Gus Miftah lewat jalan Allah memperbaiki dan hal tersebut contoh adinya kasih sayang Allah.

"Kalau sudah seperti itu yang kita lakukan apa, bukan mencaci, bukan mencela. Jadi gak perlu kemudian menghadirkan cacian cukup kita bersyukur pada Allah selalu memberikan hidayah dengan cara yang sangat adil," pungkasnya.

Melihat video UAH tersebut, warganet pun langsung memberikan beragam responnya di kolom komentar. Tak sedikit yang menyebut bila cara menyampaikan UAH lebih nyaman didengar dan bijak.

"Negeri sudah memiliki UAS dan UAH. Tapi entah kenapa tetap aja orang2 disana itu suka pergi ke kajian yg aneh2 seperti mama ghufron, mftah atau ustadz2 yg ngomong seksisme.. Apa ini erat kaitannya dengan IQ mayoritas penduduk kita yg memang dibawah normal?," ungkap @po***d_.

"Kita ada UAH, Khalid basamalah, UAS, tapi masyarakat suka ngaji ke Gus yg ga tau asal usulnya. Hm," imbuh @aj***17.

"'lisan orang beriman itu tidak mudah mencela, dia semakin tinggi imannya semakin baik kosa katanya karena isi hatinya baik semua, nah kalau sudah menemukan yg baik itu.. susah mencari kosa kata yg kotor" -Ust. adi hidayat-," timpal @ri***rn mengutip pernyataan Ustaz Adi Hidayat.

"Nah gini yg namanya dakwah gak ada isinya guyonan yg ngehina org," cuit @vi***ia.

"MasyaAllah UAH, bijak sekali kalimat yg disampaikan, dengan jalan Allah status keduanya diangkat," kata akun @he***ad.

Kontributor : Mira puspito

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI