"Kemudian diangkat lagi dengan cara apa, diberikan pendidikan dengan cara lain supaya bisa mengatur diri lagi, berubah menjadi lebih baik lagi itu kan mahal yang belum tentu didapatkan tidak dengan keadaan yang dialaminya," kata UAH kemudian.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, keduanya baik penjual es teh maupun Gus Miftah lewat jalan Allah memperbaiki dan hal tersebut contoh adinya kasih sayang Allah.
"Kalau sudah seperti itu yang kita lakukan apa, bukan mencaci, bukan mencela. Jadi gak perlu kemudian menghadirkan cacian cukup kita bersyukur pada Allah selalu memberikan hidayah dengan cara yang sangat adil," pungkasnya.
Melihat video UAH tersebut, warganet pun langsung memberikan beragam responnya di kolom komentar. Tak sedikit yang menyebut bila cara menyampaikan UAH lebih nyaman didengar dan bijak.
"Negeri sudah memiliki UAS dan UAH. Tapi entah kenapa tetap aja orang2 disana itu suka pergi ke kajian yg aneh2 seperti mama ghufron, mftah atau ustadz2 yg ngomong seksisme.. Apa ini erat kaitannya dengan IQ mayoritas penduduk kita yg memang dibawah normal?," ungkap @po***d_.
"Kita ada UAH, Khalid basamalah, UAS, tapi masyarakat suka ngaji ke Gus yg ga tau asal usulnya. Hm," imbuh @aj***17.
"'lisan orang beriman itu tidak mudah mencela, dia semakin tinggi imannya semakin baik kosa katanya karena isi hatinya baik semua, nah kalau sudah menemukan yg baik itu.. susah mencari kosa kata yg kotor" -Ust. adi hidayat-," timpal @ri***rn mengutip pernyataan Ustaz Adi Hidayat.
"Nah gini yg namanya dakwah gak ada isinya guyonan yg ngehina org," cuit @vi***ia.
"MasyaAllah UAH, bijak sekali kalimat yg disampaikan, dengan jalan Allah status keduanya diangkat," kata akun @he***ad.
Baca Juga: Sunhaji Minta Prabowo Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah, Publik Curiga Ada Tekanan...
Kontributor : Mira puspito