Menakar Pilkada Jakarta; Dari Prediksi Dua Putaran Hingga Turunnya Partisipasi Politik

Chandra Iswinarno Suara.Com
Rabu, 27 November 2024 | 12:20 WIB
Menakar Pilkada Jakarta; Dari Prediksi Dua Putaran Hingga Turunnya Partisipasi Politik
Kolase Calon Gubernur & Wakil Gubernur DKI 2024. (Rahadian Adi/ Suara.com)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Dengan masa tenang dimulai, kedua pasangan harus memaksimalkan strategi di detik-detik terakhir kampanye.

"Hasil Pilkada DKI Jakarta 2024 tidak hanya ditentukan oleh elektabilitas, tetapi juga seberapa efektif para kandidat memobilisasi pemilih," katanya.

Dua Putaran

Bila melihat hasil survei yang dilakukan seminggu hingga beberapa hari menjelang hari pencoblosan, menunjukan Pilkada Jakarta bisa berjalan dua putaran.

Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute Center for Public Policy Research (TII) Arfianto Purbolaksono mengemukakan, kemungkinan Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran cukup besar. Apalagi dalam sisi aturan, untuk menjadi Gubernur Jakarta harus memenangkan suara 50 persen plus 1.

"Meskipun dari survei terakhir yang dilakukan SMRC, keunggulan Pramono-Rano berselisih 7 persen dengan RK-Suswono, namun belum bisa melampaui 50 persen plus 1," katanya kepada Suara.com, Rabu (27/11/2024).

Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Arfianto Purbolaksono. (bidik layar video)
Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Arfianto Purbolaksono. (bidik layar video)

Selain itu, ia juga mengatakan ada faktor penentu lainnya, yakni belum terbaca tingkat partisipasi masyarakat dan swing voters.

Lebih jauh, Arfianto juga memrediksi kemungkinan partisipasi pemilih dalam Pilkada Jakarta 2024 juga bakal berkurang.

Sebagai contoh di Kampung Akuarium yang notabene merupakan basis pendukung Anies Baswedan, Arfianto mengungkapkan belum tentu mereka akan memilih dalam Pilkada Jakarta.

Baca Juga: TPS Tempatnya Nyoblos Sepi, Cawagub Kun Wardana Minta Warga Gunakan Hak Pilih

"Sebabnya, tokoh yang mereka inginkan tidak ikut dalam kontestasi politik," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI