"Saya lumayan shock, karena dengan setiap kesaksian yang telah saya berikan, saya semakin yakin bahwa saya tidak berbuat kesalahan," jelas Tom Lembong.
Usai statusnya berubah menjadi tersangka, Tom mengaku tidak diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan siapapun yang berada di luar Kejaksaan.
Tom juga semoat disodorkan seorang pengacara, yang ditunjuk pihak kejagung untuk mendapinginya dalam pemberkasan berita acara pemeriksaan sebagai tersangka.
Dalam kondisi psikologis yang tertekan, Tom hanya bisa mengikuti perintah pihak yang memeriksanya. Termasuk saat menandatangani surat persetujuan penasihat hukum yang ditunjuk oleh pihak Kejaksaan.
Setelahnya, Tom menjalani tes kesehatan sebagai prosedur penahanan untuk seorang tersangka. Tom mengaku mentalnya benar-benar tertekan. Namun Tom Lembong mengingat perkataan istrinya untuk selalu bersinar dalam kondisi apapun.
Hal itu terlihat saat Tom Lembong digiring menuju mobil tahanan. Ia tetap tersenyum, meski mentalnya tertekan usai ditetapkan menjadi tersangka.
"Saya ingat imbauan istri saya ‘tetaplah bersinar untuk kita semua, apapun keadaannya’. Maka saya memutuskan untuk senyum dan senyum terus, sampai di rumah tahanan Salemba,” katanya.