Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa larangan ke luar negeri bagi mantan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor alias Paman Birin tetap berlaku.
Hal itu tetap berlaku meskipun Sahbirin yak lagi berstatus sebagai tersangka karena memenangkan praperadilan dan tak lagi menjabat sebagai Gubernur Kalsel.
“Masih berlaku, (putusan praperadilan) tidak berpengaruh,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika kepada wartawan, Senin (18/11/2024).
Menang Praperadilan
Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengabulkan praperadilan yang diajukan Sahbirin Noor alias Paman Birin.
“Menerima dan mengabulkan gugatan praperadilan Sahbirin Noor untuk sebagian,” kata Ketua Majelis Hakim Afrizal Hadi di PN Jaksel, Selasa (12/11/2024).
Adapun praperadilan ini diajukan Sahbirin sebagai bentuk perlawanan atas statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya di Provinsi Kalsel tahun 2024–2025 yang ditangani KPK.
Dengan putusan ini, status Sahbirin sebagai tersangka dinyatakan dibatalkan karena KPK dianggap tidak sesuai prosedur dan bersikap sewenang-wenang.
“Menyatakan tidak sah tidak punya kekuatan hukum mengikat penetapan tersangka terhadap pemohon,” ujar Hakim Afrizal.
“Menyatakan Sprindik adalah tidak sah,” tambah dia.