“Kadang-kadang, perjuangan butuh waktu. Itu bukan berarti kita tidak akan menang,” ucapnya memberi semangat.
Harris, yang naik ke puncak tiket pemilihan Demokrat setelah Joe Biden memutuskan untuk tidak mencalonkan diri kembali pada bulan Juli, telah menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kekhawatiran pemilih mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan imigrasi.
Di akhir pidatonya, Harris mengakui bahwa banyak yang merasa masa depan Amerika mungkin akan suram, namun ia mendorong harapan dengan kata-kata yang penuh inspirasi. “Jika memang kita menghadapi kegelapan, mari kita terangi langit dengan cahaya optimisme, iman, kebenaran, dan pengabdian.”
Di antara para pendukung yang hadir, beberapa berbagi kekecewaan dan harapan mereka untuk masa depan. Jamela Joseph, seorang mahasiswa doktoral di Howard, menyatakan, “Amerika memiliki kesempatan untuk maju secara progresif dan berniat, tetapi tampaknya bangsa ini memilih untuk mengulang sejarah yang mendukung supremasi kulit putih dan memperlakukan perempuan sebagai warga negara kelas dua.”
Donna Bruce, seorang pendukung berusia 72 tahun, hadir untuk memberi penghormatan kepada Harris. Ia menyatakan keyakinannya bahwa, “Meski bukan dia, saya percaya gadis kulit hitam suatu hari nanti akan menyelamatkan dunia.”