Meski Kalah, Kamala Harris Janji Bakal Tetap Berjuang!

Bella Suara.Com
Kamis, 07 November 2024 | 14:29 WIB
Meski Kalah, Kamala Harris Janji Bakal Tetap Berjuang!
Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, menyampaikan pidato perpisahan penuh emosi di hadapan para pendukungnya di Universitas Howard pada Rabu, 6 November 2024. Dalam pidatonya, Harris secara resmi menerima kemenangan Donald Trump sebagai Presiden terpilih, namun dengan tegas menyatakan bahwa semangat perjuangan dalam kampanyenya akan terus ia lanjutkan.

“Meski saya menerima hasil pemilu ini, saya tidak menyerah pada perjuangan yang menjadi dasar kampanye ini,” ujarnya dengan suara bergetar, di hadapan pendukung yang terlihat emosional.

Harris berjanji akan terus memperjuangkan hak-hak perempuan, melawan kekerasan bersenjata, dan mengupayakan martabat yang layak diterima oleh semua orang.

Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)
Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)

Di tengah suasana penuh haru, Harris berbicara kepada para pendukung yang telah berharap agar dia menjadi presiden perempuan pertama lulusan universitas kulit hitam bersejarah. Hadir dalam acara tersebut, mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, rekan-rekan dari Gedung Putih Biden, serta ribuan pendukung setianya.

Lagu "Freedom" dari Beyoncé mengiringi langkah Harris menuju panggung, menciptakan suasana emosional yang menyentuh hati semua yang hadir.

Harris juga mengungkapkan bahwa ia telah menelepon Trump untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya, serta menjamin proses transisi kekuasaan yang damai.

“Hasil pemilu ini bukanlah yang kita inginkan, bukan yang kita perjuangkan, tetapi percayalah, janji Amerika akan tetap bersinar terang,” katanya.

Mengenang prinsip demokrasi, Harris menegaskan bahwa penerimaan hasil pemilu adalah dasar utama dalam menjaga demokrasi Amerika.

“Saat kita kalah, kita menerima hasilnya. Prinsip ini membedakan demokrasi dari monarki atau tirani, dan siapa pun yang mencari kepercayaan publik harus menghormatinya,” tambahnya, menanggapi upaya Trump sebelumnya yang sering meragukan legitimasi pemilu.

Baca Juga: Jokowi Berikan Ucapan Selamat ke Donald Trump, Usai Unggul Quick Count Pilpres AS

Harris juga mengimbau para pendukungnya, khususnya generasi muda, agar tidak menyerah dalam menghadapi kekecewaan ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI