Akankah Trump dan Xi "Akur"? Pesan Perdamaian Tiongkok di Tengah Ketegangan Dagang

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Kamis, 07 November 2024 | 13:05 WIB
Akankah Trump dan Xi "Akur"?  Pesan Perdamaian Tiongkok di Tengah Ketegangan Dagang
Xi Jinping dan Donald Trump
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan pada hari Kamis bahwa Beijing dan Washington harus menemukan cara untuk "akur" dalam sebuah pesan kepada presiden terpilih AS Donald Trump, media pemerintah melaporkan.

Kemenangan telak Trump dalam pemilihan presiden mengawali era ketidakpastian baru di Amerika Serikat dan dunia, dan menandai kemungkinan perubahan dalam hubungan AS-Tiongkok, yang telah tegang dalam beberapa tahun terakhir oleh ketegangan atas segala hal mulai dari perdagangan hingga status Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Dalam pesan pertamanya kepada Trump sejak mantan presiden tersebut memperoleh masa jabatan kedua, Xi mengatakan "sejarah telah menunjukkan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat mendapatkan keuntungan dari kerja sama dan menderita karena konfrontasi", kata penyiar negara CCTV.

Presiden China Xi Jinping (Instagram)
Presiden China Xi Jinping (Instagram)

"Hubungan Tiongkok-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan merupakan kepentingan bersama kedua negara dan sejalan dengan harapan masyarakat internasional," kata Xi.

Ia menyerukan agar Washington dan Beijing "memperkuat dialog dan komunikasi" dan "mengelola perbedaan dengan tepat".

"Kedua negara harus menemukan cara yang benar... untuk hidup rukun di era baru ini, untuk menguntungkan kedua negara dan dunia," kata Xi.

Wakil Presiden Tiongkok Han Zheng juga mengirim pesan kepada wakil presiden terpilih JD Vance, kata CCTV.

Baik Trump dari Partai Republik maupun pesaingnya dari Partai Demokrat Kamala Harris telah berjanji untuk bersikap lebih keras terhadap Beijing.

Namun Trump menaikkan taruhannya, bersumpah untuk mengenakan tarif 60 persen pada semua barang Tiongkok yang masuk ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Elon Musk Diproyeksikan Masuk Kabinet Donald Trump, Ini Posisinya!

Presiden terpilih tersebut bertujuan untuk "mengembalikan keseimbangan dalam perdagangan AS-Tiongkok", Yun Sun, seorang Peneliti Senior di Stimson Center, mengatakan kepada AFP.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI