Suara.com - Pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintah era Presiden Joko Widodo selama dua periode memimpin Indonesia. Bagi Jokowi kala itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya terlihat bangunan secara fisiknya, namun juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pada Juli 2024 lalu, Jokowi pernah mengklaim kalau peringkat Indonesia dilihat dari pembangunan infrastrukturnya naik dari 27 ke 34, menurut world competitiveness ranking.
"Daya saing itu yang ingin kita raih dari pembangunan-pembangunan yang ada, selain pemanfaatan infrastruktur itu untuk rakyat," ujar Jokowi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, fokus utama pemerintah dalam pembangunan infrastruktur ialah meningkatkan konektivitas nasional, meningkatkan kualitas pelayanan, dan meningkatkan keselamatan transportasi.
Semua itu berorientasi pada prinsip Indonesia sentris sebagai perwujudan hadirnya negara bagi masyarakat.
"Indikator kinerja Kemenhub telah sejalan dengan pesan Presiden RI, yakni pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga secara konsisten melaksanakan arahan Presiden agar pengembangan dan pembangunan infrastruktur transportasi dapat menghubungkan antarkawasan dan antarwilayah," kata Budi dikutip dari situs Kemenhub RI.
Adapun pembangunan berfokus dalam mendukung pengembangan sarana dan prasarana transportasi di wilayah daerah tertinggal, terluar, terdepan dan perbatasan (3TP), mendukung destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), mendukung Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.
"Pembangunan infrastruktur transportasi di daerah-daerah, baik bagian barat maupun timur Indonesia untuk memastikan konektivitas antarwilayah bahkan hingga ke pelosok pegunungan dapat terjalin dengan baik," imbuhnya.
Budi memaparkan beberapa capaian pembangunan infrastruktur transportasi, baik di sektor darat, laut, udara dan perkeretaapian.
Baca Juga: 10 Tahun Jokowi, Satu Dasawarsa Perjuangan Turunkan Prevalensi Stunting Generasi Penerus Kita
Capaian transportasi darat, di antaranya terlaksana pengembangan pelabuhan penyeberangan, dermaga penyeberangan, angkutan umum perkotaan dengan program buy the service, serta terlaksananya sistem angkutan umum massal pada kota metropolitan.