Jejak Karier Silmy Karim, Pakar Pertahanan yang Menyelamatkan Krakatau Steel dari Kebangkrutan

Wakos Reza Gautama Suara.Com
Selasa, 22 Oktober 2024 | 09:25 WIB
Jejak Karier Silmy Karim, Pakar Pertahanan yang Menyelamatkan Krakatau Steel dari Kebangkrutan
Jejak karier Silmy Karim hingga menjadi Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Silmy pernah sekolah di NATO School di Jerman, Harvard University di Amerika Serikat, Naval Post Graduate School di Amerika Serikat, dan George C Marshall European Center for Security Studies di Jerman.

Pendidikan ini membuatnya menjelma menjadi pakar dalam bidang Manajemen Pertahanan dan Keamanan Nasional.

Di Kementerian Pertahanan, Silmy memulai kariernya sebagai Penasihat Menteri Pertahanan dan berkontribusi dalam penyusunan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Atas kontribusinya, Silmy mendapat penghargaan Bintang Dharma Pertahanan dari Menteri Pertahanan pada tahun 2014.

Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara (BIN) pada tahun 2013.

Sukses di Kementerian Pertahanan, Silmy merambah ke BUMN. Debutnya di BUMN adalah sebagai komisaris di PT PAL (Persero) dan kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pindad (Persero) pada tahun 2014.

Setelah sukses membenahi dan meningkatkan kinerja Pindad dalam waktu 1 tahun 7 bulan , Silmy kemudian mendapat tugas baru untuk memperbaiki BUMN lainnya yaitu PT Barata Indonesia (Persero) mulai 7 Agustus 2016.

Setelah bertugas di PT Barata Indonesia selama 2 tahun 1 bulan, Menteri BUMN memberi tugas lain untuk membenahi PT Krakatau Steel melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 September 2018.

Silmy Karim menjabat sebagai Direktur Utama Krakatau Steel sejak 6 September 2018. Kehadiran Silmy mampu menyelamatkan Krakatau Steel dari kebangkrutan.

Baca Juga: Sosok Keluarga Sultan Andara yang Kebagian Kursi Wamen, Jejak Kariernya Gak Main-Main

Dia memberikan banyak perubahan bagi kemajuan Krakatau Steel, mulai dari program restrukturisasi dan transformasi, menyelamatkan aset Krakatau Steel, hingga peningkatan saham Krakatau Steel pada joint venture di PT Krakatau Posco dari 30% menjadi 50%.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI