Makan di luar merupakan tantangan tambahan bagi Nightingale, karena bawang putih merupakan bahan umum dalam banyak hidangan. Ia menghindari makanan lain yang kaya akan sulfur, termasuk anggur merah, kedelai, alkohol, dan kopi.
"Ketika saya makan malam di luar, kecuali jika saya makan di tempat yang saya kenal, saya melihat menu dan menangis karena tidak tahu apa yang bisa saya makan," akunya.
Nightingale memilih untuk membagikan kisahnya kepada publik guna meningkatkan kesadaran tentang kondisinya dan untuk mendukung orang lain yang mungkin berjuang dengan gejala serupa yang tidak terdiagnosis.
"Butuh waktu 31 tahun untuk mendapatkan diagnosis, dan saya harus membayar sendiri dan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menjalankan analisis tentang kondisi tersebut," jelasnya.
"Sulit bagi orang yang sudah terdiagnosis untuk tidak dapat menemukan dokter yang dapat membantu. Ketika saya menemui dokter atau pergi ke rumah sakit, mereka harus mencari tahu kondisi tersebut di Google." pungkasnya.