JGF ke-8 dilanjutkan pada hari kedua (26 September 2024). Hari kedua dimulai dengan sesi ketiga dengan tema “Keamanan maritim dan tantangan di kawasan” yang dibuka oleh Wakil Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal (Purn.) M. Herindra. Dalam pidatonya, Wamenhan Herindra menyampaikan kawasan Indo-Pasifik merupakan jalur laut strategis dan memiliki beberapa sumber daya alam yang dipersaingkan dalam konstelasi geo-politik global. Indonesia yang terletak di kawasan Indo-Pasifik akan selalu bertahan pada prinsip non-blok dan akan berusaha untuk selalu berkontribusi untuk ketahanan maritim.
“Indonesia tetap mempertahankan prinsip non-blok dan memaksimalkan peran angkatan laut dalam melakukan patroli dan meningkatkan partisipasi dalam latihan militer secara multilateral. Upaya ini akan membantu Indonesia untuk mempertahankan pengaruh dan memastikan kebebasan, serta keamanan jalur laut perdagangan internasional di perairan yang sangat strategis (Indo-Pasifik) ini,” ujarnya.
Sesi ketiga dilanjutkan oleh 4 pembicara yaitu Mario Ignacio Artaza (Duta Besar Republik Chili untuk Indonesia), Sandeep Chakravorty (Duta Besar India untuk Indonesia), Vladimir Vorobev (Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Laut Rusia), dan Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma (Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia).
Berlanjut pada sesi keempat, JGF ke-8 dibuka oleh Laksamana Madya TNI (Purn) Amarulla Octavian, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia. Laksdya Octavian menyampaikan bahwa keamanan dan tantangan maritim dapat diselesaikan dengan adanya kolaborasi angkatan laut, penjaga laut, dan bahkan berkolaborasi dengan polisi internasional. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejahatan yang berhubungan dengan kemaritiman.
Sesi keempat ini menghadirkan 3 narasumber yang berasal dari organisasi internasional yang berhubungan dengan bidang kemaritiman, yaitu Erik Van der Veen (Kepala Program UNODC di Indonesia), Masayoshi Mita (Penasihat Urusan Kemanusiaan Regional dari Komite Internasional Palang Merah), dan Sudharsan Shrikhande (perwakilan Pusat Nasional Australia untuk Sumber Daya dan Keamanan Kelautan (ANCHORS).
Acara JGF ke-8 diakhiri dengan rangkuman pembahasan seluruh sesi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia dan penutupan oleh Letnan Jenderal TNI Eko Margiyono, Plt. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
JGF ke-8 dihadiri oleh perwakilan pemerintah dan akademisi dari 81 negara dan 2 regional, sektor industri maritim, non-governmental organization, serta kontribusi dari industri maritim seperti EU-Crimario II Project, Scytalys EFA Group, dan PT. Pertamina International Shipping.