Adu Kaya Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid di Tengah Kisruh Kadin Indonesia, Siapa Paling Tajir?

Riki Chandra Suara.Com
Selasa, 17 September 2024 | 11:40 WIB
Adu Kaya Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid di Tengah Kisruh Kadin Indonesia, Siapa Paling Tajir?
Kolase Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid. [Dok.Istimewa]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Polemik di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia semakin memanas setelah Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid saling mengklaim kepemimpinan. Harta kekayaan dua tokoh Kadin itu pun kini menjadi sorotan publik.

Kisruh muncul pasca digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin di Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2024), yang menimbulkan perdebatan soal kepemimpinan Kadin. Munaslub tersebut diklaim dihadiri perwakilan dari 21 pengurus Kadin Provinsi dan 25 anggota luar biasa (ALB) Kadin Indonesia.
Dalam forum ini, Anindya Bakrie ditunjuk sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia yang baru, menggantikan Arsjad Rasjid. Penunjukan ini tentu memicu perdebatan karena tidak semua pihak menerima keputusan tersebut.

Sementara itu, sebanyak 21 Dewan Pengurus Kadin Provinsi menolak keputusan Munaslub yang digelar di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan. Mereka secara tegas menyatakan dukungan kepada Arsjad Rasjid untuk tetap menjabat sebagai Ketua Umum. Ketegangan semakin meningkat seiring dengan saling klaim antara kubu Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid terkait posisi kepemimpinan Kadin Indonesia.

Terlepas dari konflik tersebut, mana yang lebih kaya Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid? Berikut ulasanya dikutip dari berbagai sumber.

1. Anindya Bakrie

Anindya Bakrie dikenal sebagai salah satu tokoh pebisnis terkemuka di Indonesia yang memiliki pengaruh besar dalam dunia investasi dan industri.

Pemilik nama lengkap Anindya Novyan Bakrie ini merupakan penerus dari Grup Bakrie, yang memiliki 10 perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan total kapitalisasi pasar lebih dari USD 15 miliar.

Saat ini, Anindya menjabat sebagai CEO PT Bakrie Global Ventura, rumah investasi terkemuka di Indonesia. Selain itu, ia juga memimpin Bakrie & Brothers (BNBR), perusahaan yang memiliki kepentingan dalam sektor energi, tambang, properti, perkebunan, media, dan infrastruktur.

Perjalanan bisnis Anindya tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang Grup Bakrie yang didirikan oleh kakeknya sejak 1942. Sumber kekayaan Anindya banyak berkaitan dengan perusahaan keluarganya. Bakrie & Brothers mencatat fluktuasi keuangan dari tahun ke tahun.

Pada 2019, perusahaan ini meraih laba sebesar Rp 852,96 miliar, namun mengalami kerugian pada 2020 dengan angka Rp 929,47 miliar. Meski begitu, kinerja perusahaan membaik pada 2021 dengan mencatat laba Rp63,68 miliar dan terus meningkat pada 2022 dengan laba Rp266,13 miliar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI