Kurangnya pernyataan dari pihak berwenang AS dan minimnya liputan media nasional tentang masalah itu telah menuai kecaman.
Meski otoritas AS belum mengungkapkan identitas pria itu dengan dalih penyelidikan masih berlangsung, sejumlah pengguna media sosial percaya ada upaya untuk menutupi insiden tersebut.
Dalam video yang sepertinya diunggah dari Boston, seorang netizen yang mengaku sebagai Matt Nelson mengatakan bahwa dirinya akan "melakukan aksi protes yang ekstrem."
"Kita semua bersalah dalam genosida (Israel) yang sedang berlangsung di Gaza,” tulisnya.
Dia mengatakan bahwa masyarakat AS menghabiskan lebih banyak uang untuk senjata daripada pendidikan.
"Kita adalah budak dari kapitalisme dan kompleks industri militer," kata dia. "Sebagian besar dari kita terlalu apatis untuk peduli."
Dia mengaku bahwa protes yang akan dia lakukan adalah peringatan bagi pemerintah untuk berhenti memasok dana dan senjata ke Israel, yang digunakan untuk membunuh warga Palestina yang tidak bersalah.
“Rebut kembali kekuasaan. Bebaskan Palestina,” katanya, menegaskan.
Pada Februari, Aaron Bushnell, tentara Angkatan Udara AS berusia 25 tahun, juga membakar dirinya di depan Kedutaan Israel di Washington sebagai protes terhadap serangan Israel di Gaza. (Sumber: Antara/Anadolu)
Baca Juga: Cek Fakta: Hezbullah Hancurkan 100 Tempat di Palestina yang Dikuasai Israel