Kegiatan masyarakat Alawiyin dan keturunan Arab umumnya mengalami pasang surut mengikuti pergerakan politik di Indonesia. Banyak dari mereka yang terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Arab Indonesia (PAI), karena partai-partai nasionalis saat itu belum terbuka untuk keturunan asing.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan dan pembubaran PAI, mereka terlibat dalam berbagai partai politik sesuai pilihan masing-masing. Sementara itu, Rabithah Alawiyah terus fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan.
Saat ini, Rabithah Alawiyah memiliki jaringan dengan majelis-majelis taklim di seluruh Indonesia dan juga mendukung pendirian lembaga-lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Rabithah Alawiyah mengelola Panti Asuhan Daarul Aitam yang terletak di Jakarta dan Pekalongan. Selain itu, organisasi ini sering memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu untuk mendukung kelanjutan pendidikan mereka.
Saat ini, Rabithah Alawiyah dipimpin oleh Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf dan berpusat di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Demikianlah ulasan mengenai sejarah terbentuknya Rabithah Alawiyah. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas