Deepfake Merajalela di Sekolah Korea Selatan, Telegram Jadi Sarang Pelecehan Seksual

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Selasa, 10 September 2024 | 17:05 WIB
Deepfake Merajalela di Sekolah Korea Selatan, Telegram Jadi Sarang Pelecehan Seksual
Ilustrasi Deepfake. [Envato]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Namun, enam dari tujuh pelaku yang diduga adalah remaja, kata polisi, yang mempersulit penuntutan karena pengadilan Korea Selatan jarang mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk anak di bawah umur.

Ruang obrolan itu, yang beberapa di antaranya AFP coba ikuti sebelum dihapus oleh moderator, memiliki nama-nama cabul seperti "si masturbasi yang kesepian" dan aturan yang mengharuskan anggota untuk mengunggah foto wanita yang ingin mereka lihat "dihukum".

"Para korban mendapati diri mereka dihina dan diejek secara seksual oleh teman sekelas mereka di ruang daring", Kang Myeong-suk, kepala dukungan korban di Institut Hak Asasi Manusia Perempuan Korea mengatakan kepada AFP.

"Namun para pelaku sering kali tidak menghadapi konsekuensi apa pun," katanya, seraya menambahkan bahwa para korban sekarang hidup dalam ketakutan di mana gambar mereka yang dimanipulasi mungkin disebarkan oleh orang-orang di sekitar mereka.

"Beberapa komentar daring mengatakan para korban harus 'melupakannya' karena gambar-gambar deepfake ini bahkan tidak nyata," kata Kang.

"Namun, hanya karena gambar yang dimanipulasi itu tidak nyata, bukan berarti penderitaan yang dialami para korbannya menjadi tidak nyata."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI