Suara.com - Khutbah Jumat Maulid Nabi dapat membawa tema-tema khusus yang berkaitan dengan Maulid Nabi. Misalnya bisa disampaikan khutbah Jumat dengan tema belajar optimisme dari Nabi Muhammad saw atau membahas keistimewaan Nabi Muhammad saw yang tercantum dalam Al-Qur'an.
Ada banyak tema yang bisa dieksplorasi untuk mengisi bulan Rabiul Awal yang juga dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad saw. Maulid Nabi juga bisa dijadikan momentum untuk mengajak masyarakat Indonesia mensyukuri nikmat yang diwariskan Nabi Muhammad saw.
Berikut contoh khutbah Jumat Maulid Nabi dikutip dari nu.or.id. Khutbah Jumat Maulid Nabi ini membahas keistimewaan Nabi Muhammad di dalam Al Quran.
Pembukaan:
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ࣖ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Jamaah Jumat yang terhormat, marilah kita menyambut bulan Rabiul Awal dan Maulid Nabi dengan suka cita, dengan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Kedatangan bulan Rabiul Awal adalah momen yang tepat bagi kita untuk kembali mengingat keistimewaan Nabi Muhammad yang tertera dalam Al Qur'an. Keistimewaannya yang tertera dalam Al Qur'an, membuktikan bahwa kita mengikuti sosok yang tepat.
Nabi Muhammad saw merupakan manusia mulia, pembawa risalah mulia, membawa umat Islam meraih kemuliaan. Keistimewaan Nabi Muhammad saw tertera dalam Surat Al-Ahzaab ayat 21, berbunyi:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”
Selain dalam ayat 21 di atas, keistimewaan Nabi Muhamad saw tertera pula dalam surat Al Ahzab ayat 56, yang berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”.
Baca Juga: Apa Hukum Puasa Maulid Nabi? Ini Bacaan Niat dan Waktu Berpuasa
Kedua ayat tersebut menegaskan bahwa Rasulullah merupakan sosok yang paling pantas diteladani. Keistimewaan Nabi Muhammad saw sesuai dengan misi utamanya turun ke dunia yakni diutus oleh Allah Swt sebagai nabi yang memperbaiki akhlak manusia. Rasulullah bersabda,