Suara.com - Seperti apa silsilah keluarga Pramono Anung? Diketahui, Pramono Anung Wibowo lahir di Kediri pada tanggal 11 Juni 1963. Masa kecil Pramono, yang sering dipanggil Pram, dihabiskan di kota asalnya, Kediri.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Kediri. Setelah menyelesaikan SMA di SMA 1 Kediri, Pram yang saat itu berusia 19 tahun melanjutkan studi ke Bandung, Jawa Barat. Pramono Anung memilih jurusan teknik pertambangan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Pramono segera terjun ke dunia kerja. Kariernya dimulai dari bawah hingga akhirnya ia menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan di sektor pertambangan dan perminyakan. Pada tahun 1988, ketika usianya baru 25 tahun, Pram sudah menduduki jabatan direktur di PT Tanito Harum.
Pramono Anung Mulai Merambah Dunia Politik
Di tengah kesibukan bisnisnya, Pramono mencoba merambah dunia politik. Pada awal Era Reformasi, sekitar tahun 1989, ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia memulai karier politiknya sebagai anggota partai dan aktif dalam berbagai kegiatan kepanitiaan partai.
Pada tahun 2000, Pramono diangkat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP. Lima tahun kemudian, ia berhasil menjadi Sekretaris Jenderal, mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Pramono dipercaya oleh Megawati untuk membantu mengelola organisasi partai hingga ke pelosok-pelosok nusantara.
Keterlibatan dalam organisasi bukanlah hal baru bagi Pramono. Sejak menjadi mahasiswa, ia sudah aktif di berbagai kegiatan kampus dan pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB.
Karier politiknya semakin cemerlang setelah bergabung dengan PDIP. Selain menjadi bagian dari kepengurusan partai, Pramono juga terpilih sebagai anggota DPR RI dan Wakil Ketua DPR RI.
Baca Juga: Daftarkan Pramono-Rano Karno untuk Pilgub Jakarta 2024, PDIP Dinilai Sedang Main Cantik
Pramono tercatat menjadi anggota DPR RI selama empat periode berturut-turut, yakni dari 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019. Namun, pada periode kedua dan terakhir, ia tidak menuntaskannya karena harus fokus pada peran sebagai Sekretaris Jenderal PDIP.