![Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/08/19/48192-menteri-esdm-bahlil-lahadalia-jokowi-bahlil.jpg)
Politikus Partai Golkar Bahlil Lahadalia sempat berkelakar sesaat sebelum dilantik sebagai Menteri Energi Sumber Daya Mineral atau ESDM oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggantikan Arifin Tasrif. Ia mengatakan suasana pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Senin (19/8/2024) tersebut seperti acara musyawarah nasional atau Munas Partai Golkar.
Momen tersebut bermula ketika awak media 'meledek' Bahlil dengan panggilan 'Pak Ketum'. Bahlil saat itu hanya tersenyum dan menegaskan acara hari ini merupakan pelantikan menteri.
3. Klaim Raih Dukungan Paripurna DPD I, Idrus Marham: Insyaallah Bahlil Lahadalia Terpilih Ketum Golkar Secara Aklamasi

Bahlil Lahadalia disebut-sebut berpeluang menduduki kursi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto karena dianggap memiliki dukungan penuh dari DPD I. Pernyataan itu diungkap oleh Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, Idrus Marham.
"(Dukungan) bukan hanya 34 (DPD I Golkar), sudah paripurna, berarti sudah 38 kalau paripurna," kata Idrus dalam konferensi pers di Kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2024).
4. Ada Surat Permintaan Jokowi Jadi Ketum Golkar, Bahlil: Silakan Tanya ke Pembuat
![Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (19/8/2024). [Suara.com/Faqih]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/08/19/23375-bahlil-lahadalia.jpg)
Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tidak mengetahui soal para politisi senior Partai Golkar yang menandatangani surat untuk meminta Presiden Joko Widodo sebagai ketua umum.
Jokowi diminta untuk mengisi kekosongan kursi Ketua Umum Partai Golkar usai mundurnya Airlangga Hartarto.