Tak berhenti di situ, AGK kembali dipercaya Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Perindustrian di awal periode kedua kepemimpinan Jokowi, sebuah jabatan strategis yang dipegangnya hingga kini.
AGK bukanlah nama baru di dunia politik. Ia merupakan putra dari Ginandjar Kartasasmita dan Yultin Harlotina, dua tokoh yang juga memiliki jejak panjang di dunia politik Indonesia.
Pendidikan AGK pun cukup mentereng. Dia meraih gelar sarjana dari Pacific Western University di Hawaii, Amerika Serikat pada tahun 1994 dengan jurusan Science Commercial and Industrial Economic.
Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di Universitas Pasundan Bandung dengan jurusan administrasi publik, serta meraih gelar doktor di bidang ilmu pemerintahan dari Universitas Padjajaran.
Di Partai Golkar, AGK meniti karier politiknya dengan menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Sekretaris Fraksi Golkar di DPR dan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta. Jabatan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta diperolehnya setelah pendahulunya, Fayakhun Andriadi, tersandung kasus korupsi Bakamla.
Namun, perjalanan politik AGK tidak selalu mulus. Ia sempat masuk bursa Ketua DPR RI untuk menggantikan Setya Novanto yang tersandung kasus korupsi e-KTP.
AGK sempat mengalami masa sulit dalam karier politiknya ketika ia menjadi salah satu dari banyak kader Partai Golkar yang dipecat dalam Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Bali pada tahun 2014. Keputusan pemecatan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Aburizal Bakrie atau Ical, dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.
Meski sempat terdepak dari partai, AGK akhirnya direhabilitasi bersama beberapa kader lainnya oleh Ical. Rehabilitasi ini dilakukan berdasarkan SK Kemenkumham yang mengesahkan kepengurusan hasil Munas Riau, sehingga AGK bisa kembali berkiprah di Partai Golkar.
Kini, Agus Gumiwang Kartasasmita tetap menjadi figur penting di Partai Golkar dan pemerintahan, dengan perjalanan politik yang sarat pengalaman dan penuh liku.