Jusuf Hamka: Di Dalam Nggak Ada Gejolak, Nggak Ngerti Saya Kenapa pada Kepingin Golkar

Minggu, 11 Agustus 2024 | 23:55 WIB
Jusuf Hamka: Di Dalam Nggak Ada Gejolak, Nggak Ngerti Saya Kenapa pada Kepingin Golkar
Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Jusuf Hamka atau Babah Alun (tengah) saat blusukan di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (1/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Jusuf Hamka yang juga kader Partai Golkar menyatakan bakal mengundurkan diri dari partai beringin pada Senin (12/8/2024).

Penegasan tersebut disampaikan sebagai buntut pernyataan pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai ketua umum partai tersebut.

"Betul, betul, betul (mundur dari Partai Golkar). Besok saya akan resmi akan cari Pak Sekjen untuk mengundurkan diri resmi," ujar Jusuf kepada wartawan, Minggu (11/8/2024).

Meski begitu, ia mengemukakan bahwa pengunduran dirinya tidak terjadi begitu saja. Ia mengemukakan, kondisi internal partai tersebut sebenarnya tak ada perpecahan.

"Di dalam Golkarnya sendiri enggak ada gejolak, tetapi saya nggak tahu. Saya nggak bisa mengatakan dengan kata-kata. Tetapi rupanya gitu lah, pada kepengin Golkar, ini nggak ngerti saya kenapa pada kepengin Golkar ini," katanya.

Bos jalan tol ini bahkan mengaku sudah tidak nyaman dengan situasi politik saat ini yang terlalu kasar dan berat. Bahkan, ia menyebut mantan Golkar-1 mundur karena menjadi korban eskalasi politik saat ini.

"Jadi, tugas saya berat, jadi mau nggak mau pas kebenaran ada momentum. Saya melihat Pak Airlangga terzalimi, saya juga takut nanti berpolitik juga terzalimi," ucap dia.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto telah resmi menyatakan mengundurkan diri dari Partai Golkar. Pengunduran dirinya ini sudah disampaikannya sejak Sabtu (10/8/2024) malam.

Dalam keterangan resminya, Airlangga menyebut pengunduran dirinya dilakukan karena ingin memuluskan transisi pemerintahan dari kepemimpinan presiden dan wakil presiden Joko Widodo alias Jokowi-Maruf Amin ke Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Airlangga Mundur dari Jabatan Ketum, Golkar: Tak Ada Paksaan

Selain itu, Airlangga juga menyebut keputusan ini dibuat demi menjaga keutuhan partai lambang pohon beringin itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI