Tewas Diberondong Peluru, Penembak WNI di Malaysia Masih 'Bergentayangan'

Selasa, 06 Agustus 2024 | 10:10 WIB
Tewas Diberondong Peluru, Penembak WNI di Malaysia Masih 'Bergentayangan'
Ilustrasi mayat (Envato)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pelaku penembakan yang menewaskan GF (40), warga negara Indonesia di Miri, Sarawak, Malaysia masih misterius. Hingga kini kepolisian Malaysia masih memburu pelaku penembakan terhadap pria asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut. 

Perihal pencarian terhadap buronan penembak mati WNI itu diungkapkan oleh Konsul Jenderal RI Kuching R Sigit Witjaksono. Menurut Sigit, berdasar pesan singkat yang diterimanya di Kuala Lumpur, Senin (5/8) malam, polisi setempat masih kesulitan menyelidiki kasus tersebut karena lokasi tewasnya GF berada di hutan belantara.

Diketahui, GF ditemukan tewas mengenaskan di ladang sawit pribadi di kawasan Sepupok, Batu Niah, Miri, Sarawak, dari Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Miri (setingkat Polres), Rabu (31/7/2024) lalu.

Meski demikian ia mengatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching akan terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat terkait penyelidikan kasus itu, dan berharap tersangka dapat ditemukan untuk diadili serta dijatuhi hukuman sesuai hukum yang berlaku di Malaysia.

Polisi Malaysia menginformasikan WNI tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.

Bagian forensik Rumah Sakit Miri telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban yang sebelumnya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) tanpa dokumen pada Rabu dan diketahui penyebab kematian adalah akibat tembakan di bagian dada.

Untuk menindaklanjuti informasi mengenai kematian WNI tersebut, pada Senin (5/8), KJRI Kuching telah melakukan pertemuan dengan Ketua Polis Daerah Miri, ACP Alexson Naga Anak Chabu, di kantor IPD Miri.

Kronologi WNI Tewas di Malaysia

Dalam pertemuan tersebut diinformasikan bahwa peristiwa penembakan terjadi pada Senin (29/7), sekitar pukul 08.00 waktu setempat (pukul 07.00 WIB).

Baca Juga: Pekerja Migran Asal Lombok Timur Ditembak di Kebun Sawit Malaysia, Begini Kondisinya

Tidak ada saksi mata yang melihat saat terjadinya penembakan, namun ada empat saksi yang juga merupakan WNI bekerja di ladang yang sama dengan korban mendengar suara ledakan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI