Perang Multi-Front? Israel Bersiap Hadapi Ancaman Balas Dendam Iran dan Sekutunya

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Senin, 05 Agustus 2024 | 16:26 WIB
Perang Multi-Front? Israel Bersiap Hadapi Ancaman Balas Dendam Iran dan Sekutunya
Bendera Israel dan Iran [Foto: Dok]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Serangan lain meratakan sebuah rumah di Gaza utara, menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk tiga anak, orang tua dan nenek mereka, menurut Kementerian Kesehatan. Tiga orang lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah kendaraan di Kota Gaza, menurut responden pertama Pertahanan Sipil.

Militan Palestina di Gaza menembakkan setidaknya lima proyektil ke komunitas Israel di dekat perbatasan tanpa menimbulkan korban atau kerusakan, kata militer. Militer kemudian memerintahkan orang-orang di beberapa bagian kota Khan Younis di Gaza selatan untuk mengungsi.

Kementerian Kesehatan juga mengatakan serangan Israel pada hari Sabtu di sebuah sekolah yang berubah menjadi tempat penampungan di Kota Gaza menewaskan sedikitnya 16 orang. Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang pusat komando Hamas.

Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober ke Israel yang menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 250 orang.

Dokumentasi serangan udara Israel di Kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan pada 15 Januari 2024. [Dok.Antara]
Dokumentasi serangan udara Israel di Kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan pada 15 Januari 2024. [Dok.Antara]

Serangan besar-besaran Israel sebagai respons telah menewaskan sedikitnya 39.580 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, yang tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan. Serangan udara besar-besaran dan operasi darat telah menyebabkan kehancuran yang luas dan membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi, seringkali berkali-kali lipat.

Kelompok militan Hizbullah dan Israel terus saling baku tembak di sepanjang perbatasan Lebanon sejak perang dimulai, dan tingkat keparahannya semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kantor Berita Nasional Lebanon mengatakan serangan Israel menargetkan sebuah rumah di Beit Lef, dan Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan dua orang terluka parah.

Hizbullah mengatakan hal itu bertujuan untuk mengurangi tekanan terhadap sekutunya yang didukung Iran, Hamas. Semakin banyak negara, termasuk Amerika Serikat, yang mendorong warganya untuk meninggalkan Lebanon setelah pembunuhan seorang komandan senior pada pekan lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI