Suara.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, membantah adanya anggapan soal diskriminasi dalam pemberian kuota mikrotrans kepada para operator. Syafrin menyebut PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sudah membuat kebijakan yang proposorsional dalam pemberian jatah kuota mikrotrans.
Hal ini dikatakannya merespons tuntutan aksi unjuk rasa para sopir armada yang tergabung dalam mitra JakLingko. Mereka menyebut operator angkutan kota (angkot) Koperasi Wahana Kalpika (KWK) yang diketuai Anggota DPRD DKI dari Golkar Taufik Azhar menjadi anak emas dalam pembagian kuota mikrotrans.
Menurut Syafrin, armada angkot tiap koperasi kini sudah banyak yang menjadi mikrotrans.
"Tidak (ada anak emas). Tentu jika kita melihat proporsionalnya, bahkan ada yang 90 sekian persen realisasinya, ada 75 persen, ada 65 persen," ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/7/2024).
"Jadi, jika melihat itu, sebenarnya rekan-rekan Transjakarta sudah cukup proporsional," lanjut dia.
Meski demikian, Syafrin mengaku bakal tetap menampung aspirasi para sopir dan operator angkot tersebut.
![Kelompok sopir Mikrotrans atau angkot Jaklingko dan Mikrolet Jakarta melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/30/52177-demo-supir-angkot-di-balaikota-dki-angkutan-umum.jpg)
"Dengan penetapan jumlah alokasi terhadap seluruh operator, itu akan dilaksanakan dengan secara proporsional oleh teman-teman Transjakarta termasuk di dalamnya juga perhitungan rupiah per kilometernya," ucap Syafrin.
Terkait tuntutan mengenai peninjauan bersama untuk menyepakati nominal pembayaran rupiah per kilometer armada yang beroperasi mengangkut penumpang, Syafrin juga mengaku akan membahasnya.
"Terkait dengan perhitungan rupiah per kilometer, itu harus berdasarkan kesepakatan bersama tentu di dalamnya ada perhitungan yang cermat termasuk kesepakatan terhadap parameter-parameter atau variabel-variabel yang menjadi pembentuk dari rupiah per kilometer yang nantinya akan ditetapkan," pungkasnya.
Baca Juga: Ribuan Sopir Mikrotrans Geruduk Balai Kota Jakarta, Anies: Dulu Zaman Kita Tak Ada Keluhan
Sebelumnya, sejumlah sopir mikrotrans yang tergabung dalam Forum Komunikasi Laskar Biru (FKLB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/7/2024). Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang menaungi mikrotrans.