Kemaluan Pria Ini Harus Diamputasi dan Diganti dengan Jaringan Paha, Penyebabnya Sungguh Tak Terduga

Bella Suara.Com
Jum'at, 26 Juli 2024 | 02:05 WIB
Kemaluan Pria Ini Harus Diamputasi dan Diganti dengan Jaringan Paha, Penyebabnya Sungguh Tak Terduga
ilustrasi penis berdarah (freepik.com)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Seorang pria berusia 68 tahun di Amerika Serikat terpaksa menjalani amputasi sebagian kemaluannya setelah cincin mainan seks yang dikenakannya menyebabkan gangrene dan menghitamkan organ tersebut.

Pria tersebut mengalami kondisi serius setelah menggunakan cincin ereksi selama sehari penuh, sebelum akhirnya mencoba melepaskannya sendiri dengan tang.

Menurut laporan dalam Urology Case Reports, tim medis berusaha keras menyelamatkan kemaluan pria tersebut yang telah menghitam. Setelah upaya penyelamatan gagal, keputusan untuk mengamputasi bagian ujung kemaluan pun diambil.

Dalam tindakan medis yang tampaknya menjadi yang pertama di dunia, ahli bedah kemudian menggunakan bagian dari paha pria itu untuk membangun kembali kemaluannya.

Dikenal sebagai cincin kemaluan, cincin ketegangan, atau cincin konstriksi, alat ini biasanya digunakan di sekitar pangkal kemaluan atau testis untuk memperlambat aliran darah keluar. Alat ini dapat membantu membuat ereksi lebih keras dan tahan lama, serta dapat meningkatkan kenikmatan seksual bagi sebagian orang.

Namun, pengguna disarankan untuk tidak menggunakannya lebih dari 30 menit setiap kali dan memastikan cincin tersebut pas dengan baik. Cincin harus segera dilepas jika pengguna mengalami nyeri, mati rasa, kesemutan, pembengkakan yang tidak biasa, atau memar.

Perlu diingat bahwa mengenakan cincin konstriksi dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko gangrene, yaitu kondisi ketika jaringan di kemaluan tidak mendapatkan cukup oksigen dan mati akibat terhentinya suplai darah.

Pria tersebut mengaku kepada dokter dari departemen urologi Universitas California, bahwa ia telah memakai cincin itu selama 24 jam dan terpaksa menggunakan tang untuk melepaskannya setelah gagal melepaskannya dengan tangan.

Namun, pria tersebut baru mencari bantuan ke bagian gawat darurat seminggu kemudian setelah mengalami kesulitan buang air kecil. Ia masih merasakan sakit dan pembengkakan di kemaluannya.

Baca Juga: Air Mata Bahagia Mengalir, Wanita Tunawisma Akhirnya Punya Rumah Baru Berkat Orang Ini

Setelah diperiksa oleh tim urologi empat hari kemudian, dokter mencatat bahwa kemaluannya tampak gelap dan melepuh.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI