Afif kata Anggun, tidak pernah sekalipun melakukan aksi tawuran, terlebih aksi pada malam hari.
“Dia gak pernah keluar malam, jam 10 sudah pulang dan tidur di rumah. Karena dia hobi bola, makanya dia keluar sama teman-temanya,” jelas Anggun.
Ditemukan Tewas
Anggun memgatakan, sejak pagi hari, dirinya bersama pihak keluarga yang lain berupaya menghubungi Afif lantaran belum pulang ke rumah usai berpamitan untuk menonton bareng pertandingan sepak bola di rumah temannya.
Pihak keluarga juga telah berupaya melakukan pencarian terhadap anak lelaki tersebut. Hingga akhirnya, pihak keluarga mendapat kabar duka lewat media sosial. Afif viral di sosial media sudah dalam kondisi tewas.
Jasadnya mengapung di aliran sungai, bawah jembatan Bypass Kuranji, Padang Sumatera Barat.
![Orang tua Afif Maulana datang bersama demonstran menuntut keadilan atas meninggal anaknya. [Suara.com/ B Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/26/10510-afif-maulana.jpg)
Mendapat laporan tersebut, keluarga korban pun sempat tak percaya. Namun setelah mendatangi lokasi kejadian, barulah pihak keluarga percaya dengan temuan tersebut.
“Keluarga itu sebenarnya sejak pagi itu setengah 11 mencari Afif yang sudah tidak bisa dihubungi. Kemudian, barulah sore hari keluarga tau, dari foto-foto yang beredar di medsos,” pungkasnya.
Afif Maulana tewas dengan kondisi lebam di tubuhnya. Ia diduga menjadi korban pemganiayaan yang dilakukan oleh anggota Sabhara Polda Sumbar.
Afif dianiaya lantaran menjadi terduga pelaku tawuran. Namun, hingga kini tidak ada bukti yang menyatakan Afif terlibat tawuran.