Suara.com - Istidraj adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada suatu keadaan di mana seseorang diberi kenikmatan atau kemudahan hidup oleh Allah SWT.
Namun bukan sebagai bentuk rahmat, melainkan sebagai ujian atau bahkan hukuman secara terselubung.
Istidraj terjadi ketika kenikmatan dunia diberikan kepada seseorang yang justru semakin menjauhkannya dari Allah dan agama, membuatnya semakin lalai dan terus melakukan dosa.
Istidraj berasal dari kata "daraja" yang berarti "bertahap" atau "bertingkat".
Dalam konteks ini, istidraj mengacu pada pemberian nikmat secara bertahap kepada seseorang yang sebenarnya menjadi sebab kehancurannya.
Konsep istidraj dapat ditemukan dalam beberapa ayat Al-Qur'an dan hadis. Salah satu ayat yang sering dikaitkan dengan istidraj adalah:
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al-An'am: 44)
Ciri-Ciri Istidraj
1.Kenikmatan yang Melalaikan
Baca Juga: Kisah Mualaf Marcell Darwin, Mendadak Ingin Masuk Islam usai Bangun Tidur
Seseorang yang mengalami istidraj sering kali diberi banyak kenikmatan dunia seperti kekayaan, kesehatan, dan kekuasaan.