Namun, tiga orang lain yang dulu sudah dinyatakan resmi sebagai buronan tersebut seakan dilupakan begitu saja selama delapan tahun terakhir. Kemudian, muncul lagi pencarian kepada buronan-buronan itu setelah tayangnya film Vina: Sebelum 7 Hari.
![Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/05/08/12133-mahfud-md.jpg)
"Konyolnya lagi, padahal dulu resmi di dalam berita acara, resmi di dalam rilis yang diumumkan bahwa buron tiga orang, sekarang sudah mulai ketahuan ada dua masalah," kata Mahfud.
Pertama, lanjut Mahfud, ada sosok Pegi yang ditangkap, tapi mulai muncul kesaksian kalau orangnya bukan itu. Dalam konferensi pers, Pegi sendiri mengaku tidak tahu dan semakin membuat ragu apakah benar dia orangnya atau dia sekadar kambing hitam.
"Kedua, yang dua orang buron ini kok sekarang, dibilang dulu salah sebut, mana ada orang sudah menyelidiki lama kok salah sebut, sehingga lalu dianggap tidak ada, hanya satu, hanya Pegi, Pegi itupun diragukan, ini carut marut hukum," ujar Mahfud.
Mahfud MD banyak disebut dan dinanti untuk bicara karena selama beberapa tahun terakhir sering memberikan pandangannya, bahkan menjadi titik cerah atas kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. Terutama, ketika menjadi Menkopolhukam.
"Saya ya sekarang bicara hal-hal seperti itu, di luar soal soal pemilihan, sudah malas saya, soal rekayasa politik, tapi kasus-kasus seperti ini yang saya katakan saya akan bicara terus terang karena tidak ada kaitan dengan kepentingan saya, ini kepentingan hukum," kata Mahfud yang sebelumnya menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Ganjar Pranowo.
Mahfud turut berharap pemerintahan baru nanti yang dipimpin Prabowo Subianto bisa membereskan carut marut penegakan hukum yang terjadi di Indonesia. Ia menilai, langkah penyelesaian tidak akan merugikan, malah akan menguntungkan pemerintah.