"Karena itu, Kominfo dan kementerian/lembaga negara terkait perlu melakukan langkah-langkah pencegahan untuk memutuskeberulangan dan mengeluarkan kebijakan untuk menyikapidampak negatif tantangan era digital termasuk judi online, pinjol, tindak pidana perdagangan orang yang dimediasiteknologi, dan kekerasan seksual berbasis elektronik," Rainy menambahkan.
Komnas Perempuan berharap institusi kepolisian memperhatikan kebutuhan psikologis polwan FN dan memastikan pemenuhan hak-hak maternitas dan hak-hak balita termasuk mendapatkan air susu ibu (ASI).
"Komnas Perempuan juga mencatat, perempuan yang berkonflik dengan hukum memiliki keretanan khusus karena gendernya dan kondisi lainnya. Juga, mendorong institusi kepolisian agar segera membangun direktorat untuk penanganan kasusperempuan dan anak sehingga kebijakan perhatian khusustersebut dapat terimplementasi secara optimal untuk tujuan keadilan," kata Rainy.
Jadi Sorotan
Diberitakan sebelumnya, kasus seorang polwan berinisial Briptu FN yang membakar suaminya yang juga berprofesi sebagai polisi kini tengah menjadi sorotan publik.
Duduk perkara Briptu FN membakar Briptu RDW itu disebut-sebut dipicu lantaran judi online yang dilakukan Briptu RDW. Akibatnya, Briptu FN emosi dan berakhir dengan insiden nahas tersebut.
![Menkominfo Budi Arie Setiadi saat ditemui di acara Google yang digelar di Senayan, Jakarta, Senin (3/6/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/03/86355-menkominfo-budi-arie-setiadi.jpg)
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arieturut merespons kasus istri membakar suaminya yang dipicu judi online ini.
"Selanjutnya ini juga hot ini soal judi online. Kita harus berdukacita karena ada polisi yang ketika saya baca beritanya siapa yang membakar siapa. Itu ternyata istrinya ya, ternyata perempuan itu lebih kejam dari lelaki ya, ini tanpa gender stereotipe loh," ujar Budi Arie saat Raker dengan Komisi I DPR pada Senin (10/6/2024).
Kala itu, Budi menanggapi pimpinan Komisi I mengenai insiden Polwan yang membakar suaminya karena judi online.
Pernyataan Budi Arie itu tampaknya membuat warganet emosi. Menkominfo itu dianggap terlalu mengurusi gender daripada masalah judi online yang menjadi akar penyebab kasus istri membakar suaminya sesama polisi itu.