Di bawah kepemimpinannya, Kementerian PUPR menerima anggaran signifikan, termasuk Rp 107,3 triliun untuk tahun fiskal 2018, yang digunakan untuk berbagai proyek infrastruktur seperti pembangunan perumahan umum, jalan, dan waduk.
Basuki memiliki pengalaman luas dalam berbagai proyek nasional termasuk rehabilitasi pasca gempa dan tsunami di Aceh, penanganan banjir lumpur panas Sidoarjo, dan perbaikan Jalan Tol Purbaleunyi.
Dia juga menjabat sebagai komisaris utama di Wijaya Karya, perusahaan konstruksi milik negara, dan sebagai Wakil Presiden Komisi Internasional untuk Irigasi dan Drainase untuk masa jabatan 2013-2016.
Pengangkatan Basuki sebagai Menteri PUPR diumumkan pada 26 Oktober 2014 oleh Presiden Joko Widodo. Setelah pengangkatannya, ia mengundurkan diri dari posisi di Wijaya Karya. Basuki juga terlibat dalam berbagai kebijakan dan proyek besar, termasuk pemberian pinjaman untuk kompensasi korban lumpur panas Sidoarjo dan penanganan kasus korupsi di kementeriannya.
Kementerian PUPR di bawah kepemimpinannya menerima peningkatan dana signifikan dan alokasi anggaran tertinggi dibandingkan kementerian lain pada beberapa tahun.
Prestasi dan Penghargaan
Selama lebih dari 30 tahun pengabdiannya, Basuki telah menerima berbagai penghargaan, termasuk tiga medali Satyalancana Karya Satya, Satyalancana Pembangunan, Satyalancana Wira Karya, dan Satyalancana Kebaktian Sosial.
Pada Desember 2017, ia menerima Bintang Bhayangkara Utama, dan pada Januari 2020, ia dianugerahi gelar doktor honoris causa dari ITB atas kontribusinya dalam pengembangan infrastruktur bencana.
Pada 9 November 2023, ia menerima tanda kehormatan "The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star" dari Kaisar Naruhito sebagai penghargaan atas jasanya dalam memperkuat kerja sama Indonesia-Jepang.
Baca Juga: Selain Menteri PUPR, Ini Jabatan yang Diemban Basuki Hadimuljono Jelang Jokowi Pensiun