Pendidikan Moeldoko yang Wajibkan Iuran Tapera Diikuti Semua Pekerja

Ruth Meliana Suara.Com
Sabtu, 01 Juni 2024 | 13:25 WIB
Pendidikan Moeldoko yang Wajibkan Iuran Tapera Diikuti Semua Pekerja
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kawasan titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (9/2/2023). (Tim Media Moeldoko)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ikut berbicara mengenai pro kontra wacara iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Menurutnya, iuran Tapera wajib diikuti semua pekerja, tidak cuma dari golongan ASN.

Diketahui, iuran Tapera rencananya akan diberlakukan mulai tahun 2027 mendatang. Nantinya, gaji setiap pekerja akan dipotong 3 persen untuk iuran Tapera. Kebijakan ini tentunya langsung mendulang kontroversi, khususnya dari masyarakat kelas menengah.

Sementara itu, Moeldoko menjelaskan tujuan Tapera yang merupakan program lanjutan Bapertarum. Menurutnya, iuran Tapera bisa menyelesaikan persoalan banyaknya orang yang belum memiliki rumah. Ditambah pemerintah sekarang sedang menghadai masalah kekurangan pasok rumah.

Oleh karenanya, lanjut Moeldoko, pemerintah berusaha mencari jalan keluar. Caranya dengan memahami bahwa jumlah kenaikan gaji dan tingkat inflasi di sektor perumahan tidak seimbang, sehingga dicanangkan iuran Tapera sebagai tabungan.

Mengenai itu, menarik untuk melongok rekam jejak pendidikan Moeldoko.

Riwayat Pendidikan Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (Suara.com/Novian)
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (Suara.com/Novian)

Moeldoko diketahui lahir di Kediri pada 8 Juli 1957. Mantan Panglima TNI ini lahir dari pasangan Moestaman dan Masfuah. Ia adalah anak bungsu dari 12 bersaudara.

Moeldoko sendiri bukan berasal dari keluarga pejabat. Masa kecilnya begitu sederhana, bahkan cenderung kekurangan. Sang ayah pekerja sebagai pedagang palawija, sekaligus menyambi sebagai perangkat keamanan di desanya. Sedangkan sang ibu tidak bekerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga.

Semasa kecil, orang tua Moeldoko serba kekurangan karena harus membiayai 12 anaknya. Ditambah pendapatan sang ayah juga tidak menentu, sehingga Moeldoko dan saudara-saudaranya hidup serba kekurangan. 

Baca Juga: Ikut Setujui UU-nya di 2016, Fraksi PKS Akan Evaluasi soal Tapera Sebagai Bentuk Tanggung Jawab

Kendati demikian, Moeldoko bertumbuh menjadi anak yang cekatan sekaligus pekerja keras. Sejak kecil, ia sudah mulai bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI