Meski cukup dikenal di media sosial, pria 64 tahun ini memang banyak berkutat pada pendidikan karakter. Artikel ilmiah yang ia tulis banya membahas soal karakter manusia berbudaya, seperti Pengajaran Unggah-Ungguh Bahasa Jawa dengan Pendekatan Komunikatif pada Jurnal Cakrawala Pendidikan. Ia juga menulis terkait Pengajaran Sastra Wayang secara Apresiatif sebagai Sarana Pendidikan Budi Pekerti di Jurnal Kependidikan.
Awal berkarier di UNY, Sutrisna menjabat sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni UNY. Pada level universitas ia ditunjuk sebagai Pembantu Rektor II.
Berlanjut pada 2015, kariernya mulai melonjak dan dirinya diberikan kepercayaan untuk memegang tangggungjawab sebagai Sekretaris Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemeristekdikti. Ia bertugas sebagai Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) dalam berbagai kegiatan pengembangan kemahasiswaan.
Sutrisna Wibawa juga memiliki tanggungjawab untuk menyalurkan beasiswa Bidikmisi dan meningkatkan penyerapan beasiswa tersebut agar efektif dan tepat sasaran.
Dua tahun berada di lingkungan kementerian, Sutrisna Wibawa akhirnya melepaskan jabatannya mengingat terpilihnya ia sebagai Rektor UNY pada 2017. UNY saat itu pun memiliki target menjadi universitas berkelas dunia atau (UKKD).
Tanggungjawab besar tersebut mampu dilakukannya usai setahun menjabat. UNY masuk dalam daftar perguruan tinggi Top 500 Asia versi QS, peringkat ketiga UniRank Indonesia. Selain itu UNY duduk di peringkat 11 sebagai kampus terbaik versi Kemenristekdikti pada 2018.
Meninggalkan jejak yang cukup positif di dunia pendidikan, Sutrisna pun menjajal hal baru. Dunia politik salah satu hal yang ia ikuti saat ini menjelang Pilkada 2024.
Memang sebelumnya, Sutrisna Wibawa sudah ikut bertarung di Pilkada 2019. Namun namanya masih kalah dengan Bupati Gunungkidul saat ini, Sunaryanta.
Baca Juga: Profil Ilham Prawira, Mantan Dita Fakhrana yang Kini Resmi Jadi Suami Melody Prima