Berbekal ijasah S1 dari Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bidang Kajian Utama Hukum Tata Negara, Palguna mengawali kariernya menjadi dosen, sebelum berhenti karena mendapat bea siswa S2 di Universitas Padjajaran.
Palguna pun mengambil jurusan Hukum International. Setelah tak jadi hakim MK, kariernya sebagai dosen pun dilanjutkan.
Namun tak banyak diketahui bahwa Doktor penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden pada 2009 ini awalnya bercita-cita menjadi tentara Angkatan Udara, sebagai penerbang pesawat tempur.
Ia hampir menggapai cita-citanya saat di Sekolah Penerbang Pesawat Tempur. Namun ia gagal di seleksi administrasi yang mengharuskan jumlah anak lelaki dalam satu keluarga harus lebih dari satu. Sedangkan saat itu adik lelakinya belum lahir.