Suara.com - Kejaksaan Agung RI kembali memeriksa enam orang saksi terkait kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan atau IUP PT Timah Tbk 2015-2022. Salah satunya, yakni SHD selaku Staf Khusus (Stafsus) Direktur Utama PT Timah Tbk tahun 2019-2020.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Ketut Sumedana menyebut lima saksi lainnya berinisial TDH, MWM, MZ, FF dan AM. TDH merupakan Direktur Utama PT Ekspress Transportasi Antarbenua, MWM selaku komisaris independen, dan MZ selaku Kepala Kantor Cabang PT Bank Mandiri Tbk Koba.
"FF dan AM selaku pihak swasta," kata Ketut kepada wartawan, Senin (20/5/2024).
Pemeriksaan terhadap saksi, lanjut Ketut, dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara ke 21 tersangka.
"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara di maksud," jelasnya.
Dalam perkara dugaan korupsi tata niaga komoditas timah ini Kejaksaan Agung RI diketahui telah menetapkan 21 tersangka.
Berikut daftar 21 tersangka korupsi timah
1. SG alias AW selaku Pengusaha Tambang di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
2. MBG selaku Pengusaha Tambang di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Baca Juga: DPR Peringatkan Kemenag Soal Penambahan Kuota Haji: Hati-hati Dipanggil KPK
3. HT alias ASN selaku Direktur Utama CV VIP (perusahaan milik Tersangka TN alias AN)