Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah di Kudus, Jawa Tengah, Bambang Hartono diketahui masuk ke Universitas Diponegoro (Undip).
Dikutip dari laman resmi IKA Undip, Bambang Hartono merupakan angkatan 1959 dan mengambil jurusan Ekonomi dan Bisnis. Namun, sayangnya Bambang Hartono tak lulus di Undip.
Bambang Hartono mengutarakan bahwa ia tak menyelesaikan kuliah di Undip lantaran sang ayah, Oei Wie Gwan meninggal dunia. Hal ini membuat Bambang Hartono harus meneruskan bisnis sang ayah.
"Saya Ekonomi, tapi tidak lulus karena ayah meninggal. Saya harus bekerja di pabrik meneruskan usaha dari ayah," ungkap Bambang seperti dikutip, Senin (12/5).
Meski tak menjadi lulusan Undip, Bambang Hartono cukup berperan aktif di kampus tersebut. Ia misalnya sempat menggelar orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-60 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip.
Dalam orasi ilmiah tersebut, Bambang Hartono menjelaskan soal perkembangan ekonomi dunia dan Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Ia mengatakan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia mengalami kenaikan atau lonjakan perekonomian, dengan melihat indikator world best airport 2019 lalu yaitu menempati nomor 40 bandara tersibuk di dunia. Hal tersebut dapat menarik investor asing untuk mengalihkan modalnya di indonesia.
“Seluruh loncatan perkembangan ekonomi berdampak bagi peningkatan angka pendapatan per kapita masyarakat indonesia” jelasnya.
Tak kalah menarik, mendiang ayah Bambang Hartono juga ikut membantu pembangunan auditorium di Undip. Selain itu, dalam kepengerusan IKA Undip periode 2017-2022, Bambang Hartono termasuk di struktruk Dewan Penasihat bersama dengan Ganjar Pranowo, Muladi hingga Hendarman Supandji.
Baca Juga: Kisah Pengusaha Rokok Sukses Jalankan 'Proyek' Como 1907, Garuda Select dan Bulu Tangkis