Suara.com - Seremonial yang dilakukan saat proses pelepasan calon jemaah haji yang memakan waktu lama, mulai tahun ini dipangkas hanya menjadi 30 menit saja.
Aturan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 1 tahun 2024 tentang Mekanisme Pemberangkatan dan Kedatangan.
Edaran tersebut diterbitkan pada 15 Maret 2024 yang ditujukan kepada para Kepala Bidang PHU, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi di seluruh Indonesia, serta Ketua PPIH Arab Saudi.
Penyampaian edaran tersebut diungkapkan langsung Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kementerian Agama Arsad Hidayat.
Ia mengatakan bahwa keberadaan surat edaran tersebut bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445H/2024M ramah terhadap jemaah lanjut usia saat keberangkatan, kedatangan, dan kepulangan baik di kabupaten/kota, embarkasi/debarkasi dan Arab Saudi.
"Surat Edaran ini memuat ketentuan mengenai seremoni keberangkatan dan kedatangan, penerimaan dan keberangkatan," kata Arsad Hidayat ketika melantik PPIH Embarkasi dan Debarkasi Haji Makassar (UPG), di Makassar, Senin (22/4/2024)
Ia menegaskan bahwa dalam rangka memrioritaskan pelayanan terhadap jemaah haji lansia. Lantaran itu, pidato berkepanjangan saat seremoni keberangkatan dan kedatangan harus dibatasi.
"Haji Ramah Lansia harus mewarnai setiap aktivitas PPIH. Lansia harus menjadi prioritas. Jadi tahun ini tidak ada lagi pidato berkepanjangan saat seremoni keberangkatan dan kedatangan," tegas Arsad.
Berkenaan dengan hal tersebut, Arsad menginstruksikan jajarannya untuk melakukan koordinasi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Baca Juga: Setelah 9 Tahun, Akhirnya Warga Iran Diperbolehkan Umrah oleh Pemerintah Saudi
"Segera lakukan rapat koordinasi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Mohon kerja sama agar asrama haji bisa memberikan layanan terbaik kepada jemaah lansia. Haji Ramah Lansia harus mewarnai setiap aktivitas PPIH dan menjadi prioritas," sambungnya.