Aksi para pemuda di Desa Jeruk Porot tersebut mendapat reaksi dari netizen di media sosial. Harapannya dengan aksi yang ramai mendapat sorotan ini Pemdes terutama bisa segera bertindak.
"Penyampaian aspirasinya berkelas," tulis salah satu netizen.
"Itu kades mana tuh," tanya salah satu netizen.
"Mulai dari sekolah SMP sampai punya anak 2 jalan ini belum ada perkembangan. Apalagi di daerah kotem ke utara sampe Kodak, parah..rosaak" kata netizen lain.
Bahkan ada yang menyangkutpautkan dengan dana desa yang seharusnya bisa mengcover secara penuh kondisi jalan yang rusak tersebut. Mengingat penganggaran Dana Desa di tahun 2024 ini cukup besar dibanding tahun lalu.
"Dana desa perlu dipertanyakan itu," ungkap salah satu netizen.
Protes warga terhadap fasilitas daerah termasuk di desa-desa ini memang kerap ditemui. Meski begitu tak jarang alasan besar menjadi dalih pemdes untuk melakukan pembenahan. Di sisi lain justru Kepala Desa sendiri yang pintar menggunakan dana yang mereka terima untuk digunakan secara pribadi.
Meski menjadi rumor, dana desa memang sudah jadi rahasia umum digunakan untuk kepentingan pribadi atau dikorupsi untuk sebagian kelompok di salah satu desa tersebut.