Usai tiga tahun jadi guru honorer, Awar diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebagai guru agama Islam di SDN Kebon Jeruk. Profesi menjadi "pahlawan tanpa tanda jasa" itu ia teruskan sampai 1985.
Pada tahun yang sama, Anwar menjajal peruntungannya dengan beralih profesi. Ia mendaftar menjadi calon hakim di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, dengan gelar sarjananya dan barhasil diterima.
Anwar kemudian diangkat menjadi hakim di Pengadilan Negeri Atambua pada tahun 1989. Bahkan ia pernah menjabat sebagai Hakim Agung mulai 1997 hingga 2003.
Di sela-sela kesibukannya sebagai Hakim Agung, Anwar melanjutkan pendidikan S2 di STIH IBLAM Jakarta. Ia berhasil lulus pada 2001 dengan gelar Magister Hukum.
Karier Anwar Usman terus menanjak pada 2003. Ia diangkat menjadi Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung, di mana jabatan ini diembannya hingga tahun 2006.
Pada 2010, Anwar Usman berhasil lulus S3. Ia mengambil program Bidang Ilmu Studi Kebijakan Sekolah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Usai berkarier di MA, Anwar dilantik menjadi hakim konstitusi pada 2011. Ia mulai menapaki puncak karier dengan terpilih sebagai Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi pada 12 Januari 2015. Jabatan itu diembannya hingga 2017.
Puncak karier Anwar Usman terjadi pada 2017, tepatnya di era pemerintahan Presiden Jokowi. Ia dilantik Presiden Jokowi menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi dari 2018 hingga 2020, dan terpilih kembali dari 2020 hingga diberhentikan pada 2023.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Baca Juga: Otto Hasibuan Sebut Gugatan Kubu AMIN ke MK Salah Kamar: Petitumnya Sapu Jagat